Bawaslu Setuju Forum Partisipasi Pemilih Dibentuk di Sultra – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Politik

Bawaslu Setuju Forum Partisipasi Pemilih Dibentuk di Sultra

kendaripos.fajar.co.id — Keterlibatan masyarakat sipil dalam mengawasi pelaksanaan Pilkada 2018 diharapkan bisa meningkat. Untuk itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berencana membentuk forum partisipasi pemilih. Harapannya, masyarakat bisa semakin aktif. Komisioner Bawaslu, Mochammad Afifuddin mengatakan, sebagai tahap awal, forum partisipasi pemilih itu akan dibentuk di tingkat provinsi. ’’Sementara di 17 provinsi yang menggelar pilkada,’’ ujarnya di kantor Bawaslu RI.

Sejumlah provinsi akan dijadikan pilot project. Ke depan, forum tersebut ditargetkan bisa dibentuk secara nasional dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Afif mengatakan, salah satu penyebab minimnya partisipasi publik saat ini adalah tidak adanya forum yang mewadahi. Pengetahuan masyarakat terkait dengan tahapan dan pelaksanaan pilkada juga minim. Karena itu, diharapkan adanya forum tersebut bisa memantik partisipasi publik. Bukan hanya itu, forum partisipasi pemilih juga diharapkan bisa dijadikan wadah baru dalam pelaporan. ’’Diharapkan mekanisme pelaporan bisa ebih cepat juga,’’ terangnya.

Minimnya partisipasi masyarakat tecermin dari laporan-laporan dugaan pelanggaran yang masuk ke Bawaslu. Mayoritas laporan berasal dari tim sukses calon. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sultra menilai positif sikap Bawaslu Pusat terkait wacana program pembentukan forum partisipasi masyarakat di tingkat provinsi pada 2018 ini. Hal itu untuk meningkatkan partisipasi pemilih di wilayah langsung.

Komisioner Bawaslu Sultra, Munsir Salam mengaku sangat mengapresiasi langkah tersebut. Apalagi jika Sultra menjadi pilot projectnya. “Kami (Bawaslu Sultra) sangat setuju tapi harus ada petunjuk lebih lanjut terkait penyesuaian terhadap program,” katanya, Senin (29/5).

Ia menambahkan, selain instrumen jadwal program tentu haruslah didukung dengan hal lainnya. Misalnya, penganggaran yang jelas. “Selain kejelasan programnya juga ada penganggaran untuk hal itu,” jelasnya. Menurut dia, program tersebut baru akan dirintis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Dan saat ini pihaknya belum mendapat informasi secara resmi. Sekaligus apakah akan menjadi percontohan project untuk diterapkan. “Selain untuk Pilkada 2018, juga kan untuk Pilcaleg dan Pilpres 2019. Jadi, harus matang memang,” ungkapnya. (wan/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top