OTT Pungli Dana BOS, Polisi Kejar Pelaku Lain – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Hukum & Kriminal

OTT Pungli Dana BOS, Polisi Kejar Pelaku Lain

ILUSTRASI

KENDARIPOS.CO.ID — Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra memastikan duit yang dikumpulkan oknum PNS Dinas Pendidikan dan kebudayaan Sultra, AH berasal dari 23 kepala sekolah (Kepsek) di Kabupaten Muna. Polisi menetapkan AH itu sebagai tersangka dugaan pungutan liar (pungli) setelah melakukan gelar perkara.

Kini penyidik tengah mendalami kasus tersebut untuk mengungkap siapa otak sesungguhnya sehingga AH berani mengumpulkan duit dari para kepsek. Penyidik harus mengungkap AH menyerahkan kepada siapa duit-duit tersebut. Penyidik masih mendalami perkara ini. Direktur Ditreskrimsus Polda Sultra, Kombes Wira Satya Triputra mengatakan pihaknya telah memeriksa enam orang saksi. Diantaranya pegawai Dinas Dikbud Sultra dan beberapa kepsek di Muna. Sejauh ini penyidik belum menemukan fakta terbaru, apakah duit itu akan diberikan kepada orang atau dinikmati sendiri oleh oknum AH.

Kombes Wira Satya Triputra menegaskan untuk sementara hanya AH yang ditetapkan tersangka. Namun apabila terdapat pihak yang dianggap ikut terlibat maka bisa saja ditetapkan tersangka. Potensi itu ada, sebab tim penyidik terus mengembangkan kasus ini. Tim sudah berangkat ke Muna kemarin untuk meminta tambahan keterangan kepada puluhan kepala sekolah lainnya.

“Kalau soal kepsek yang memberi duit, nanti kita lihat dulu unsurnya seperti apa. Jika bisa kita anggap sebagai penyuap, kenapa tidak. Untuk sementara baru AH ini yang kami anggap sebagai pelaku pungli,” ujar Kombes Wira, kemarin.

Menurutnya, masih banyak saksi yang akan diperiksa dalam kasus ini. Termasuk Kepala Dinas Dikbud Sultra, apabila penyidik memandang penting keterangan kepala dinas maka akan dipanggil dan semuanya itu bergantung perkembangan pemeriksaan. Untuk diketahui sebelumnnya, AH ditangkap oleh tim Subdit III Tipikor Ditreskrimum dalam operasi tangkap tangan (OTT). Dia dihentikan oleh sekelompok polisi berseragam preman setelah baru saja sampai di pelabuhan Kendari.

Polisi menemukan duit Rp 62 juta dari tas AH. Berdasarkan pemeriksaan duit Rp 62 juta itu adalah hasil permintaan yang dilakukan AH kepada 23 Kepsek di Muna karena kontribusinya telah mencairkan dana BOS kepada kepsek pada triwulan pertama 2017. AH merupakan manager bantuan operasional sekolah (BOS) di Dinas Dikbud Sultra. (ade/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top