Ini Hasil Tes DNA Pelaku Bom Kampung Melayu..Kapolri : Teroris Gunakan Doktrin Takfiri – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Nasional

Ini Hasil Tes DNA Pelaku Bom Kampung Melayu..Kapolri : Teroris Gunakan Doktrin Takfiri

kendaripos.fajar.co.id — Pasca ledakan bom bunuh diri di Kampung Melayu Rabu malam (24/5), Polri terus mendalami insiden tersebut. Jumat sore (26/5) mereka memastikan bahwa dua terduga teroris adalah Ichwan Nurul Salam (INS) dan Ahmad Sukri (AS). Kepastian itu diperoleh berdasar hasil tes DNA yang dilalukan oleh Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusddokes) Polri kepada dua terduga teroris tersebut.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menjelaskan, Polri menggunakan DNA seorang anak bernama Jibril untuk memastikan identitas INS. “Yang pertama positif sebagai Iwan Nurul Salam,” ungkap Tito ketika berkunjung ke RS Polri Kramat Jati kemarin malam. Jibril, merupakan anak biologis INS yang tinggal di Bandung, Jawa Barat. Sedangkan untuk memastikan identitas AS, mereka menggunakan DNA pembanding Eti Nurhasanah.

Perempuan itu tidak lain adalah ibu kandung AS. “Positif yang kedua adalah saudara Ahmad Sukri,” kata Tito. Dia menegaskan, INS dan AS merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang sudah berbait kepada ISIS. Mereka berada di bawah komando Aman Abdurrahman di Indonesia dan Bahrun Naim di Suriah. Kepastian itu selaras dengan klaim ISIS terhadap bom Kampung Melayu. “Saya sudah perintahkan kejar habis,” ungkapnya.

Sehari pasca ledakan? di Kampung Melayu, Densus 88 Antiteror berhasil mengamankan tiga terduga teroris yang disinyalir berkaitan dengan INS dan AS. Mereka terus mendalami peran tiga terduga teroris tersebut. Karena itu, Tito belum bisa mengungkap secara detail. “Setelah tujuh hari kami akan sampaikan hasilnya,” ucap mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). “Densus dan teman-teman lain sedang berusaha keras,” ujarnya.

Serupa dengan insiden teror sebelumnya, kata Tito, kelompok teroris yang berbait kepada ISIS selalu ingin menyerang polisi. Sebab, polisi dianggap sebagai kafir dan tidak sepaham dengan ajaran mereka. “Mereka menggunakan doktrin Takfiri, yang artinya segala sesuatu yang bukan serasal dari Tuhan itu adalah haram. Sehingga muslim yg dianggap tidak sepaham dengan mereka dianggap kafir,” ujar orang nomor satu di Polri itu.

1 of 3

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top