Soal Wacana Penghapusan Sidang Isbat, Begini Tanggapan Menag – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

Soal Wacana Penghapusan Sidang Isbat, Begini Tanggapan Menag

Menag Lukman Hakim S

kendaripos.fajar.co.id — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan sidang Isbat sangat diperlukan untuk memberikan acuan pedoman dan panduan bagi umat Islam di Indonesia dalam menjalankan ibadah. Terkait wacana penghapusan sidang Isbat untuk menentukan dimulainya ibdah puasa.

Menurutnya, meski Indonesia bukan negara Islam namun negara harus ikut bertangung jawab dalam memberikan acuan, pedoman, dan panduan terkait mengawali Ramadhan dan menentukan 1 Syawal serta 1 Dzulhijah. “Jadi, Indonesia tidak bisa menyerahkan sepenuhnya urusan-urusan keagamaan itu ke orang per orang,” ujar Lukman di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (25/6).

Dia menilai jika sidang Isbat ditiadakan maka forum untuk menyatukan pendapat para ulama dan pemuka agama pun hilang. Sebab, sidang Isbat merupakan wadah dan tempat yang diberikan pemerintah kepada ulama untuk duduk bersama, bermusyawarah dalam rangka menentukan awal puasa Ramadan dan menentukan 1 Syawal serta 1 Dzulhijah. “Jadi, sidang Isbat adalah sesuatu yang amat sangat diperlukan. Bagaimana negara hadir dalam ikut memberikan acuan, pedoman, panduan bagi umat beragama,” tegas Lukman.

Wacana penghapusan sidang Isbat mencuat di kalangan Komisi VII DPR RI yang membidangi agama, sosial dan pemberdayaan perempuan. Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mudjahid mengatakan, pelaksanaan sidang Isbat perlu dikaji kembali seiring perkembangan zaman. Termasuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam bidang astronomi dan ilmu falaq.

Sebagai ganti, dia mengusulkan adanya kalender tahun Hijriah yang permanen. Bentuknya seperti kalender Masehi yang jumlah hari dalam setiap bulannya bersifat tetap. “Dengan kemajuan Iptek ini maka sesungguhnya penetapan kalender Hijriah termasuk didalamnya penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal sudah bisa dilaksanakan dengan akurat puluhan tahun sebelumnya dalam sebuah kalender Hijriah permanen, seperti halnya kalender Masehi permanen,” jelas Sodik, Rabu lalu (24/5). (wah)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top