Pertumbuhan Ekonomi Sultra Membaik, Triwulan 1 Capai 8,4 Persen – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Ekonomi & Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Sultra Membaik, Triwulan 1 Capai 8,4 Persen

Kepala Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono (tengah), saat BI Media Conference di Sky Lounge Grand Clarion Hotel Kendari, Rabu (24/5) lalu. Foto : Waode Ismawati/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Pertumbuhan ekonomi Sultra mulai membaik. Sesuai data yang dirilis Bank Indonesia (BI), triwulan pertama tahun ini pertumbuhannya mencapai 8,4 persen jauh lebih baik dibanding triwulan sebelumnya yang hanya berada di level 7,6 persen dan menjadi yang tertinggi kedua secara nasional (setelah Provinsi Kalimantan Tengah). Wajar saja, menggeliatnya pertumbuhan investasi, konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah menjadi pendorong akselerasi.

Diperkirakan, tahun ini perekonomian Sultra bakal tumbuh lebih tinggi dengan baseline sebesar 8,3-8,7 persen. Ini tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi nasional dan global yang diperkirakan naik level. “Pendorong ekonomi Sultra tahun ini adalah naiknya kinerja lapangan usaha utama, konsumsi rumah tangga, realisasi investasi dan peningkatan ekspor komoditas utama. Kami harap, rilis terbaru S dan P yang memasukkan Indonesia dalam kategori investment grade mampu mendorong investasi Indonesia termasuk Sultra,” beber Kepala Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono, dalam BI Media Conference di Sky Lounge Grand Clarion Hotel Kendari.

Di sisi lain, pertumbuhan inflasi Sultra hingga bulan April sebesar 0,63 persen atau secara tahunan sebesar 2,64 persen. Kelompok komoditas administered price akibat kebijakan di bidang energi (tarif listrik) ditengarai sebagai pemicu tekanan inflasi awal tahun ini. Sedangkan volatile food dan inflasi inti yang senantiasa mengintai, justru lebih terkendali karena terjaganya stok komoditi di pasaran.

Kata Minot, menghadapi bulan Ramadan, Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) bakal lebih massive dalam memastikan ketersediaan stok dan mengendalikan harga pasar. Yang sudah mulai dilakukan adalah menggelar pasar murah .”Kami juga mengimbau agar masyarakat melakukan konsumsi secara wajar di bulan Ramadhan,” imbuhnya.

Di sisi lain, kinerja perbankan Sultra justru melambat dan ini tergambar jelas dengan menurunnya aset dan penyaluran kredit bank umum. Per bulan Maret, aset bank umum hanya sebesar Rp 22,9 triliun atau tumbuh sebesar 5,38 persen. Ini lebih rendah dari pertumbuhannya di akhir tahun lalu (13,09 persen).

Begitu juga dengan penyaluran kredit yang melambat sebesar 11,2 persen dengan outstanding berjumlah Rp 18,8 triliun. “Namun sebaliknya, nilai penyaluran kredit per bulan Maret lebih besar daripada Desember tahun lalu sebesar Rp 18,3 triliun. Belum banyaknya aktivitas dunia usaha adalah indikasi utama. Sedangkan jumlah DPK pada perbankan tumbuh 3,23 persen menjadi Rp 15,8 triliun,” bebernya.

Namun, Minot pastikan BI sebagai bagian dari TPID akan mengupayakan yang terbaik untuk menekan angka inflasi Sultra, demi menjamin percepatan pertumbuhan ekonomi Sultra. (feb/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top