Luar Biasa ! Begini Cara Wanita Uzur di Pesisir Muna Barat Cegah Penyakit Mematikan – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Muna Barat

Luar Biasa ! Begini Cara Wanita Uzur di Pesisir Muna Barat Cegah Penyakit Mematikan

Wanita Uzur di pesisir Mubar melakukan senam sehat.

Hidup di daerah pesisir tak membuat para ibu di Pulau Balu, Muna Barat Sulawesi Tenggara (Sultra) abai terhadap kesehatan. Program senam sehat yang masuk di kampung mereka, telaten diikuti. Diyakini meringankan derita diabetes dan hipertensi

M. Ery-Yafruddin, Laworo

Hidup Mitna Maulana kini lebih bergairah. Diabetes melitus (DM) di tubuhnya memang sudah sulit sembuh total. Ini merupakan penyakit mematikan. Tapi, perempuan asal Pulau Balu, tepatnya di Desa Santiri, Kecamatan Tiworo, Muna Barat itu merasa perubahan pada sakitnya itu setahun belakangan ini. Sakit gulanya terasa lebih enteng. Aktivitasnya pun tidak begitu terganggu.

“Belum sembuh memang ini sakitku (diabetes), tapi sudah agak ringan-ringan. Saya termasuk yang rajin ikut senam Prolanis di sini,” kata perempuan berusia 50 an tahun ini. Prolanis yang dimaksudkannya adalah akronim dari Program Penanggulangan Penyakit Kronis, sebuah usaha Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan BPJS, untuk membantu pencegahan dan penanganganan penyakit bagi para wanita-wanita berusia senja.

Bersama Mitna, ada belasan perempuan seusianya termasuk yang lebih muda, giat ikut senam itu di Pulau Balu, yang digelar saban Selasa pagi. Saat Kendari Pos berkunjung ke pulau itu (16/5) lalu, puluhan perempuan paruh baya sedang berkumpul di sebuah rumah di kampung itu. Sesekali pandangan mereka diarahkan ke pelabuhan kecil, mengamati tiap perahu tempel yang merapat ke dermaga.

“Lagi nunggu instruktur senam. Katanya pagi ini mau datang,” sebut Mitna yang diamini kawan-kawannya. Tak berapa lama, yang ditunggu tiba. Seorang instruktur senam, perempuan bernama Siti Norma S.Tr.Keb yang langsung menuju lokasi senam. Tidak hanya pengidap diabetes, mereka yang punya riwayat sakit hipertensi juga disarankan ikut terapi ini.

Bila diamati, para ibu yang jadi peserta senam ini rata-rata tak muda lagi. Bahkan ada yang sudah cukup uzur. Antara usia 40 tahun hingga 70 tahun. Meski memasuki usia senja, bagi mereka tidak ada kata terlambat untuk mengobati penyakit mematikan itu. Semangat hidup sehat selalu terpancar di wajah mereka.

1 of 3

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top