Hasil Sensus Ekonomi 2016, Sultra Miliki 285.486 Usaha Non Pertanian – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Ekonomi & Bisnis

Hasil Sensus Ekonomi 2016, Sultra Miliki 285.486 Usaha Non Pertanian

Kepala BPS Sulta, Atqo

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra resmi merilis hasil Sensus Ekonomi yang telah berlangsung sepanjang bulan Mei-Juni tahun lalu (SE2016), pada hari Rabu (24/5) lalu di Grand Clarion Hotel. Tercatat 285.486 atau 285,49 usaha non pertanian se Sultra terbagi dalam 15 kategori lapangan usaha sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tahun 2015.

Kepala BPS Sultra, Atqo Mardiyanto mengatakan, dalam kurun 10 tahun lapangan usaha Sultra tumbuh subur dengan peningkatan hingga 43,83 persen. Pasalnya, hasil Sensus Ekonomi tahun 2006 (SE06) menunjukkan bahwa jumlah usaha non pertanian saat itu hanya sejumlah 198.484 perusahaan.

Sensus ekonomi pertama kali diadakan pada tahun 1986 dan ini adalah yang keempat. “Secara metodologi, SE2016 beda dengan sebelumnya karena diambil secara sampel dan bukan secara populasi sebagai dampak dari pemangkasan anggaran. Namun, konsistensi dan kesinambungan data kami pastikan akurat dan terjaga,” tegas Atqo.

Jika dirinci, hasil SE2016 menunjukkan usaha mikro dan kecil mendominasi dengan persentase 99 persen atau berjumlah 282.618 usaha Sedangkan 1 persen sisanya adalah usaha menengah dan besar sebanyak 2.868 perusahaan. Faktanya, jika dilihat dari kategori usaha (dari 15 kategori), sebanyak 143.383 perusahaan atau 50,22 persen dari total jumlah usaha yang dikembangkan masyarakat Sultra bergerak di sektor poerdagangan besar dan eceran. “Sedangkan tenaga kerja sektor perdagangan besar dan eceran mencapai angka 231.090 atau 36,93 persen dari seluruh tenaga kerja yang ada di Sultra,” tambahnya.

Kemudian industri pengolahan menempati posisi kedua dengan total jumlah 60.152 usaha atau 21,07 persen. Di posisi ketiga ada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencapai angka 23.959 perusahaan (8,39 persen). Bila dilihat per kabupaten/kota, dominasi ditunjukkan oleh Kota Kendari dengan jumlah usaha mencapai 14,68 persen dari total jumlah se Bumi Anoa. Disusul Kabupaten Muna sebesar 10,77 persen lalu Kabupaten Konawe Selatan dengan persentase 10,55. Sedangkan Kabupaten Konawe Kepulauan menempati posisi terendah dengan persentase 1,42 persen.”SE lanjutan bakal dilaksanakan bulan Agustus dan September 2017,” tambah Atqo.

Gubernur Sultra yang diwakili Kepala Bappeda Sultra, H. Natsir Andi Baso mengatakan, hasil SE2016 adalah acuan dalam pengambilan kebijakan ekonomi daerah, karena memberikan gambaran akurat tentang sektor usaha yang digeluti masyarakat Sultra, baik dari segi kategori maupun jumlah dan serapan tenaga kerja.”Ini sangat kami apresiasi,” ujarnya.

Dalam event yang sama, Aplikasi Sistem Informasi Sosial Ekonomi Sultra (Sisera) yang berisi publikasi statistik turut dilaunching. Nilai plusnya, Sisera menyajikan data terlengkap dengan penyajian sederhana yang mudah dipahami masyarakat. “Jadi, semua pemilik ponsel android bebas mengunduh aplikasi untuk tau informasi seputar jumlah penduduk Sultra, jumlah pengangguran hingga pertumbuhan inflasi dari tahun ke tahun,” tutupnya. (feb/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top