Waspada ! Banyak Makanan dan Kosmetik Berbahaya di Sultra – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Sulawesi Tenggara

Waspada ! Banyak Makanan dan Kosmetik Berbahaya di Sultra

Kapolda Sultra, Bigjen Pol Andap Budhi Revianto.

kendaripos.fajar.co.id — Satuan tugas (Satgas) pangan cukup sukses melaksanakan tugas. Selama lima bulan bekerja, satuan yang dibentuk Ditreskrimsus Polda Sultra mampu mengungkap sejumlah produk berbahaya yang masuk di Sultra, khususnya Kota Kendari. Prestasi yang dicapai mendapat apresiasi dari Kapoda Sultra, Brigjen Pol Andap Budhi Revianto.

Kesuksesan kerja satgas itu terungkap dalam expose pengungkapan kasus kerja Satgas Pangan yang dipimpin langsung Brigjen Pol Andap Budhi Revianto di Mapolda Sultra, Selasa (23/5). Disitu dijelaskan bahwa satgas yang beranggotakan Polri, BPOM, Bulog dan Pemda ini berhasil mengamankan berbagai produk makanan berbahaya. Seperti tepung tapioka, sahiun, kopi bubuk, abon dendeng, jamu larutan dan lain sebagainya.

“Produk-produk berbahaya tersebut dijual di sejumlah pasar di Kota Kendari. Dengan terungkapnya, pangan tdak layak pakai ini, sehingga masyarakat bisa lebih nyaman menghadapi Ramadan,” ungkap Andap didampingi Kabid Humas Pold Sultra, AKBP Sunarto, Kepala BPOM Kendari Adilah Pabbabari, beserta sejumlag pejabat Polda Sultra lainnya saat menggelar konferensi pers di Aula Dhacara Polda, (23/5).

Tak hanya pangan, satgas juga sukses mengamankan berbagai produk kosmetik berbahaya. Termasuk produsen nakal yang menampung dan mengedarkan bahan-bahan pangan tanpa izin juga ditindak. Razia sekalian pemantauan produk berbahaya itu dilakukan dalam kurun waktu lima bulan terakhir (Januari-Mei). “Kita berusaha memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam menghadapi bulan suci Ramadan. Makanya, razia pangan berbahaya akan intens dilakukan,” jelasnya.

Bukan hanya itu, Andap juga merilis beberapa hasil tangkapan kepolisian hingga Mei ini. Setidaknya dalam rangka menyambut ramadan, polisi telah mengamankan beberapa BBM jenis solar dan minyak tanah. Ada dua ton minyak tanah yang diamankan polisi, sedangkan solar ada ratusan liter solar. Menurut dia, penangkapan ini penting, demi mencegah kelangkaan BBM jelang idul fitri.

Andap mengatakan, segala bentuk tindakan kepolisian yang dilakukan, adalah semata-mata hanya demi masyarakat. Jika tidak ada oknum-oknum yang sering berulah di bulan ramadan, maka masyarakat jangan risau karena polisi akan bertindak. “Ini kami sampaikan kepada masyarakat. Agar jangan ragu lagi dengan ulah para produsen nakal di pasaran yang biasa mempermainkan harga. Karena kami sudah dan akan amankan. Satgas pangan kami bentuk untuk itu,” terangnya.

Andap juga mengapresiasi anggotanya dalam lakukan operasi cipta kondisi (cipkon) dalam menyambut bulan suci Ramadan. Langkah preventif ini dilakukan, demi memberikan keamanan kepada masyarakat. Diantaranya, polisi mengamankan 1.317 botol miras berbagai merek, 2.876 liter miras tradisional.

Jelang Ramadan, kerja polisi terus dimasifkan. Kata dia, pihaknya terus melakukan pemantauan kepada sejumlah produsen di Kota Kendari. Dia meminta kepada masyarakat agar lebih mewaspadai bahan pangan berbahaya, kosmetik ilegall berbahaya yang tersebar di kota maupun daerah lainnya. “Kami sampaikan kepada masyarakat agar terus memperhatikan berbagai merk ataupun berbagai jenis pangan yang hendak dibeli,” himbaunya. (ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top