Dugaan Korupsi DAK Muna, Lima Pejabat Kembali Diperiksa Kejari – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Muna

Dugaan Korupsi DAK Muna, Lima Pejabat Kembali Diperiksa Kejari

KENDARIPOS.CO.ID — Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna kembali memeriksa lima pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diselewengkan, Selasa (23/5). Mereka adalah mantan Kadis BLHKP La Oba, Bendahara  BLHKP, Kabid Pengairan Dinas PU Ady Mulya, Kepala Kasda Idris Gafiruddin, serta bendahara pengeluaran pada Dinas PU, Asriana.

Sebenarnya, Kabid Bina Marga Sanudi juga dipanggil, namun bersangkutan tidak hadir. Dia beralasan masih berada di Kota Makassar dalam urusan dinas. Pemanggilan mereka terkait dengan pemeriksaan lanjutan. Kelimanya tiba di Kejari Raha sekira  pukul 09.45 Wita. Dalam pemeriksaan itu dilakukan dalam ruang berbeda. Mereka menjalani pemeriksaan sekira dua jam.

Mantan Kadis BLHKP, La Oba usai pemeriksaan menjelaskan, proyek yang dilakukan sudah tuntas semua dan sesuai aturan main. Menurutnya, jumlah paket yang pembiayaannya melalui DAK sekira delapan paket yang diporsikan pada pembuatan taman. Sementara, total anggaran yang dikelola saat itu mencapai Rp 1 miliar lebih. “Semua selesai pekerjaannya. Ada satu paket taman dekat kantor daerah Rp 169 juta. Pekerjaan ini merupakan paket penunjukkan langsung,” kata pria yang kini menjabat sebagai Kadis Perhubungan usai menjalani pemeriksaan di Kejari Muna, kemarin.

Kabid Pengairan Dinas PU, Ady Mulya usai menjalani pemeriksaan di ruang Kasi Intel Ld Abdul Sofyan, mengungkapkan, kehadirannya untuk memberikan keterangan terkait dengan kecurigaan atas penggunaan anggaran DAK. Ia juga menyebut, jumlah paket yang dijalankan sebanyak delapan paket dan diporsikan untuk irigasi. Total anggarannya mencapai Rp 20 miliar. Hanya saja, dalam perjalanannya agak terlambat. Sehingga, ada empat paket yang pengerjaannya menyeberang tahun. “Dimintai keterangan terkait pekerjaan yang terlambat saja,” ujar Ady Mulya.

Pria berkaca mata ini lalu membeberkan titik pekerjaan irigasi tersebut. Diantaranya, di Desa Bahutara, desa Lupia, Desa Kolasa serta Labulu-bulu. Pelaksaan pekerjaan itu sehingga menyeberang tahun, kata dia, berdasarkan perpres dengan pemberian kesempatan selama 50 hari sepanjang diyakini selesai dalam jangka waktu itu. “Alhamdulillah selesai Februari 2016. Sehingga anggarannya terserap Maret tahun 2016. Anggarannya tidak habis namun itu sisa lelang,” jelasnya.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top