Distan Sebut Sawah Gagal Panen di Sultra Sedikit, Kadistan : Paling Hanya 1000 Hektar – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Sulawesi Tenggara

Distan Sebut Sawah Gagal Panen di Sultra Sedikit, Kadistan : Paling Hanya 1000 Hektar

Salah seorang petani di Desa Lalonggawuna Konawe yang sawahnya terkena banjir terendam selama tiga hari. Foto : Helson/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Banjir di 4 kabupaten di Sultra pekan lalu masih menyisahkan masalah bagi masyarakat yang terdampak. Bukan hanya rumah dan isinya yang terendam, padi di persawahan mereka kini terancam gagal panen. Petani pun memulai memberi sinyal permintaan bantuan pada pemerintah sebab hasil produksi mereka tahun ini dipastikan menurun.

Kepala Dinas Pertanian Sultra, Muhammad Nasir mengatakan saat itu pihaknya masih mendata jumlah luasan sawah yang positif terdampak banjir hingga berakibat gagal panen. Hanya saja menurut dia, kerugian petani tak akan separah musim kemarau 2015 lalu. Saat itu ada 8 ribu hektar sawah yang rusak parah karena kekeringan. Nasir menyebut musibah banjir Minggu lalu itu belum dikategorikan parah dan menjadi ancaman serius bagi petani. “Kita tidak se khawatir beberapa tahun lalu. Ini semacam air lewat dan genangan saja,” ungkapnya.

Meski belum ada laporan resmi yang diturunkan di lapangan, Nasir meyakini Konawe dan Konawe Selatan menjadi lokasi paling besar terjadinya kerusakan tanaman di sawah. Pemerintah akan mengusulkan permintaan benih di pusat untuk mengganti padi petani itu. “Saya belum tahu berapa yang akan kita minta karena harus dikalkulasi dulu jumlah kebutuhan kita,” katanya.

Hingga saat ini, pemerintah memang belum memastikan berapa cadangan benih nasional yang akan diminta namun dipastikan, untuk satu hektar sawah yang rusak akan dijatah 25 kg. “Kita siapkan benihnya sebelum diminta karena itu kewajiban kita sebagai pemerintah,” lanjutnya.

Kepada masyarakat yang tidak terjangkau oleh pendata dari dinas pertanian bisa melaporkan kerusakan sawah akibat hujan ke dinas pertanian terdekat. Nasir menjamin akan ada bantuan benih yang disalurkan nantinya. Meski banyak sawah terendam, pemerintah masih optimis target 130 ribu ton beras pertahun masih bisa direalisasikan. Alasannya, sawah produktif di Sultra masih ada 130 ribu hektar di Sultra. “Itu tadi saya bilang kemungkinan tidak cukup 1000 hektar yang trouble, tidak terlalu banyaklah,” yakinnya. (ely)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top