Pengerjaan Terminal Baruga Kendari Ditarget Tuntas Sebelum Oktober – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Metro Kendari

Pengerjaan Terminal Baruga Kendari Ditarget Tuntas Sebelum Oktober

KENDARIPOS.CO.ID — Berbagai fasilitas pelayanan publik terus digenjot pembangunannya oleh Pemkot Kendari. Tahun ini, selain berniat merampungkan proyek tambat labuh dan juga air mancur teluk Kendari, pembangunan terminal Baruga, ditargetkan bisa kelar. Kini pengerjaan proyek itu sudah memperlihatkan progres yang signifikan.

Terminal Baruga tersebut direncanakan akan tuntas sebelum Oktober 2017. Sejauh ini, pengerjaan proyek terminal yang memiliki luas kurang lebih 3 hektar tersebut sedang dalam tahap finishing. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kota Kendari, Muhammad Ardiyawan menyampaikan hal tersebut, pekan lalu.

Dikatakannya, progres pengerjaan terminal sudah mencapai 90 persen. Pengerjaan tinggal menyisakan pemasangan ubin terminal dan juga pengerjaan pelataran parkir. “Progresnya sudah maksimal, sisa pasang tehel dan pengaspalan tempat parkir. Sepertinya selesai sesuai target,” jelasnya.

Lebih lanjut, terminal yang dibangun sejak 2014 lalu tersebut hingga saat ini sedang dipercepat pengerjaanya. Itu untuk mengejar target peresmian yakni bulan Agustus mendatang. Jika tak ada aral melintang, terminal tersebut dapat beroperasi mulai tahun ini. “Kalau Agustus bisa (diresmikan), maka kemungkinan tahun ini sudah bisa langsung beroperasi,” sambungnya.

Sesuai perencanaan, Terminal Baruga yang menelan anggaran sebesar 30 miliar itu akan menjadi terminal lintas provinsi. Semua bus dengan rute atau trayek dari berbagai daerah yang masuk di Kota Kendari akan dipusatkan disana. “Kita rencanakan akan menjadi terminal tipe A. Tapi itu nanti masih akan dikomunikasikan dengan pusat,” imbuhnya.

Nantinya, terminal yang diinisiasi oleh Wali Kota Kendari, DR Asrun tersebut akan menjadi terminal tipe A pertama di Sultra. Selain melayani rute bus antar provinsi, juga akan mendukung program tol laut dengan menyediakan sarana akses perputaran barang dan jasa di metro ini. “Kita rencanakan memang akan menjadi sentral untuk jalur darat yang melintasi pelabuhan Bungkutoko hingga kendaraan yang melintasi jalur ring road,” tuturnya.

Ardiyawan kemudian menegaskan bahwa proyek tersebut murni menggunakan APBD Kota Kendari. Makanya, status proyeknya menggunakan cara multiyear atau tahun berlanjut. “Rp 30 miliar semua APBD. Tidak ada bantuan dana dari manapun. Makanya kita bangun seberang tahun,” imbuhnya. (Afin)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top