Pemkot Kendari Gagas Sekolah Tangguh Bencana – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Metro Kendari

Pemkot Kendari Gagas Sekolah Tangguh Bencana

Prasimulasi bencana di SDN 6 Kendari dan SDN 8 Kendari. Foto : Marwan/ Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Tinggin curah hujan beberapa waktu lalu tak hanya merendam pemukiman warga. Gedung sekolah tak luput terendam air. Tak ingin menanggung risiko lebih banyak, Pemkot Kendari mempersiapkan anak-anak tanggap bencana sejak dini dan sekolah tangguh bencana.

Beberapa sekolah pun dipersiapkan menjadi sekolah tangguh bencana dalam menghadapi risiko perubahan iklim dan bencana alam, termasuk banjir. Sekolah tangguh bencana ini juga dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kepada siswa, guru dan warga sekolah. Sebagai langkah awal untuk merealisasikan program itu, Pemkot melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan Kota menggelar prasimulasi bencana di SDN 6 Kendari dan SDN 8 Kendari. Kegiatan itu pun merupakan kerjasama antara BPBD Kota Kendari bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Kendari dan didukung oleh program USAD-APIK.

Prasimulasi dihadiri 589 orang yang terdiri dari seluruh pihak SDN 6 dan 8 Kendari bersama instansi pemerintah terkait dan dibuka Sekda Kota Kendari, Alamsyah Lotunani. Ia mengatakan pemerintah ingin menciptakan kota layak huni pada tahun 2025. Untuk menciptakan kota dengan konsep gren city, Alamsyah meminta seluruh pihak untuk peduli terhadap lingkungan. Dihadapan murid-murid SD, dia meminta agar anak-anak sejak dini menjaga lingkungan. “Mari kita tanam pohon dan perangi sampah sejak dini,” tuturnya saat membuka prasimulasi tanggap bencana, Kamis (18/5.

Dihadapan murid SD itu, Alamsyah menjelaskan bahwa pepohonan yang ditanam memiliki peran penting dalam kehidupan. “Selain dapat mengurangi resiko bencana banjir, pohon-pohon ini memiliki peran penting. Pohon dapat mengeluarkan oksigen yang kita hirup setiap saat. Jadi jaga lingkungan dan alam kita, jangan pernah dirusak,” katanya.

Alamsyah juga mengapresiasi pembentukan sekolah tangguh tersebut. Menurutnya, dengan program tersebut diharapkan dapat membangun budaya siaga aman dan pengurangan resiko banjir. “Kita harapkan kedepan ketika terjadi bencana, para siswa dapat mengetahui bagaimana upaya penanggulangan yang dimulai dari proses evakuasi, menolong sampai mengobati siswa lain saat bencana terjadi. Selain itu, siswa juga diharapkan dapat mampu tampil dimasyarakat karena memiliki skil tambahan tentang penanggulangan bencana,” pungkasnya. (yog/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top