Material Interior Tiba dari Surabaya, Pembangunan Masjid Al Alam Dikebut – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Material Interior Tiba dari Surabaya, Pembangunan Masjid Al Alam Dikebut

kendaripos.fajar.co.id — Pengerjaan pembangunan Masjid Al Alam terus dikebut. Targetnya agar masjid tersebut dapat digunakan saat salat idul Fitri 1438 Hijriah nanti. Berbagai material interrior seperti marmer dan GRC board atau Glassfibre Reinforced Cement sudah tiba dari Pulau Jawa sehingga tak ada alasan rekanan untuk menunda pekerjaan.

Kepala Bappeda Sultra, Nasir Andi Baso mengungkapkan semua proyek yang ditarget tuntas tahun ini telah berjalan dengan baik termasuk proyek spektakuler gubernur yakni Masjid Al Alam. Proyek tersebut menelan anggaran lebih dari Rp 200 miliar dan sudah teranggarkan keseluruhan tahun ini. Hanya saja berapa anggaran yang sudah terserap hingga bulan ini. “Yang saya tahu, bahan-bahan (material) sudah tiba kemarin dari Jawa, tinggal dipasang. Tapi kalau soal anggaran itu langsung saja ke instansi teknis di PU,” ujar Nasir Andi Baso, Kamis (18/5).

Lebih lanjut Nasir menambahkan, material itu sengaja di datangkan dari luar karena pertimbangan kualitas terbaik. Pemprov Sultra menginginkan masjid itu bisa digunakan puluhan hingga ratusan tahun ke depan.Terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya Provinsi Sultra, Pahri Yamsul  membenarkan datangnya beberapa bahan bangunan yang dipesan di Surabaya beberapa waktu lalu. “Sesuai jadwal yang sudah masuk itu tiang pancang, marmer dan GRC board atau Glassfibre Reinforced Cement (pracetak dari beton yang di-mixed dengan serat fiberglass ringan, tahan kelembaban dan tidak mudah lapuk,red),” ujar Pahri Yamsul.

Selanjutnya kata dia, pihaknya masih menunggu datangnya fabrikasi termasuk di dalamnya cat enamel untuk kubah masjid yang didatangkan dari jerman. Bahan dan alat-alat itu dijadwalkan masuk Kendari pada Juli mendatang.

Sayangnya, ditanya terkait sudah berapa anggaran yang sudah habis, Pahri belum bisa merinci. Kecuali soal progres ia memastikan tetap on going. Proyek tempat ibadah termegah di Sultra ini ditarget tuntas tahun ini. Dimana kontraknya berakhir Desember nanti. (ely/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top