Hutan Mangrove Rusak di Butur, BLH Bangun Posko – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Buton Utara

Hutan Mangrove Rusak di Butur, BLH Bangun Posko

KENDARIPOS.CO.ID — Pembalakan liar yang marak terjadi di Kabupaten Buton Utara (Butur) tak hanya merusak hutan produksi, namun juga kawasan mangrove. Saat ini sepuluh hektar hutan bakau di daerah tersebut telah rusak parah akibat aktivitas pembalakan liar. Mengetahui kondisi tersebut, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Butur pun mulai menjaga kawasan hutan mangrove dari ulah oknum tak bertanggung jawab. Satuan Kerja Perangkat Daerah tersebut akan membangun posko penjagaan bersinergi dengan aparat penegak hukum.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Butur, Tayeb menuturkan, kesadaran masyarakat menjaga kawasan hutan mangrove masih minim. Cenderung hanya ingin mengambil kekayaan alam untuk kepentingan sesaat demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Imbasnya, hutan mangrove yang dilindungi, rusak akibat aktivitas liar itu. Tayeb mengaku, pihaknya mulai gencar melakukan sosialisasi secara persuasif pada masyarakat agar tak lagi menebang pohon mangrove.

“Seluas 10 hetar hutan mangrove rusak akibat aktivitas pembalakan liar, merupakan ulah warga yang mengalihfungsikan kayu bakau menjadi mata pencarian. Ini tak bisa dibiarkan, harus diberikan efek jera. Olehnya itu, BLH Butur segera membangun posko penjagaan pada enam kecamatan untuk menjaga keberadaan hutan mangrove yang terancam punah jika terus dibiarkan. Jika ditemukan ada warga yang menebang, akan diproses secara hukum,” ujar Tayeb saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/5).

Mantan Sekretaris Dinas Kebersihan Butur ini menambahkan, luas hutan mangrove di Butur mencapai 16 ribu hektar. Dalam skala nasional, Butur bahkan menempati posisi 10 besar pemilik hutan mangrove terbesar di Indonesia. Tentunya, keberadaan hutan mangrove dapat dimanfaatkan sebagai ikon destinasi wisata dan tempat penambakan udang. Tak hanya itu, lanjutnya, hutan mangrove juga menjadi pelindung jika musibah tsunami datang melanda. “Hutan Mangrove yang rusak akan dihijaukan kembali. Sebanyak ribuan bibit pohon bakau siap ditanam pada beberapa titik bekas aktivitas warga melakukan pembalakan liar di hutan mangrove,” tandasnya. (c/had)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top