Tahun Ajaran Baru, SMPN 1 Kendari Terapkan Lima Hari Sekolah – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Edukasi

Tahun Ajaran Baru, SMPN 1 Kendari Terapkan Lima Hari Sekolah

Mahdin, Kepala SMPN 1 Kendari.

kendaripos.fajar.co.id — SMPN 1 Kendari siap menerapkan aturan lima hari sekolah mulai tahun ajaran baru. Hal ini sebagai tindaklanjut instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Program ini merupakan bagian dari Program Pendidikan Karakter (PKK), yang sudah diuji coba di sejumlah sekolah di Indonesia.

Di Sultra, SMPN 1 Kendari memang dipercaya sebagai piloting PKK. Olehnya itu, sekolah yang dinahkodai Mahdin ini mulai mematangkan persiapannya. Tahun jaran baru, sekolah favorit di Kota Kendari itu mulai menerapkan lima hari sekolah yaitu Senin hingga Jumat. “Insya Allah, efektifnya mulai tahun jaran baru. Untuk melihat kesiapan dan kendala, kita sudah mulai uji coba sejak minggu lalu,” kata Mahdin, Kepala SMPN 1 Kendari.

Lanjut dia, kegiatan ekstrakurikuler harus diperkaya, diantaranya kegiatan literasi atau penumbuhan minat baca. Tantangan sekolah, selama 8 jam sehari harus mampu menciptakan pembelajaran kreatif agar tidak monoton. Dengan demikian, peserta didik tidak bosan dan mejadi betah berada di sekolah. Selain itu, fasilitas sekolah harus memadai, seperti mushala, ruang seni, lapangan olahraga dan lain sebagainya.

“Namun demikian, bukan berarti tidak bisa diterapkan. Kami mulai mencoba dengan menyelipkan berbagai kegiatan seni untuk mengimbangi kegiatan akademik, sehingga kejenuhan siswa bisa diminimalisir. Memang memulai itu berat, jika terbiasa pasti bisa berjalan dengan baik,” optimisnya.

Pria ramah itu menambahkan, selama percobaan, masih ada beberapa kendala yang ditemukan. Dalam hal ini, kegaiatan ekstrakurikuler mesti perlu diperkaya lagi, seperti seni dan olahraga. Akan tetapi, kendala tersebut telah diatasi sehingga guru maupun siswa, siap 8 jam sehari di sekolah. Selain itu, sudut-sudut bacaan telah disiapkan supaya siswa bisa menjangkau buku bacaan sesuai dengan yang diminati.

Pembelajaran tidak harus dilaksanakan di dalam kelas, halaman kelas yang terbuka harus hijau, juga bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran out door. “Dalam momen ini, kita juga akan manfaatkan bagaimana menerapkan kehidupan sederhana pada siswa. Sekali seminggu, kami agendakan makan bersama dengan menu makanan non beras. Termasuk pembenahan kantin agar menyiapkan menu sehat untuk anak-anak,” terangnya.

Lebih jauh Mahdin menjelaskan, hari Sabtu dan Minggu tak masuk sekolah, siswa bisa berlibur bersama denga keluarganya. Menurut dia, program tersebut sangat mendukung pendidikan karakter generasi bangsa. Sebab selain pembelajaran, di sekolah juga ada kegiatan pendidikan pembentukan karakter peserta didik. “Tantangan terbesar bagaimana mengurangi kejenuhan anak-anak selama berada di sekolah sampai sore. Nah, kegiatan pembelajaran akademik dan non akademik harus seimbang. Kami upayakan agar program ini dapat teraplikasi dengan sukses. Artinya, kepercayaan pemerintah harus dibuktikan dengan upaya maksimal dalam PKK,” pungkasnya. (b/ima)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top