Proyek Lambat Dikerjakan, Pejabat di Kolaka Timur Saling Menyalahkan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kolaka Timur

Proyek Lambat Dikerjakan, Pejabat di Kolaka Timur Saling Menyalahkan

kendaripos.fajar.co.id — Terhambatnya proses lelang sejumlah proyek tahun 2017 di Kolaka Timur (Koltim) terus mendapat sorotan dari DPRD dan dinas teknis pengelola anggaran. Klaim sebelumnya menyebutkan, penyebab terhambatnya pekerjaan karena tahapan tayang proyek di server Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang lamban. Menanggapi hal tersebut, Kabag ULP, Sahrul berargumen, keterlambatan penayangan paket pekerjaan bukan disebabkan kelalaian pihaknya. Bahkan ia sebenarnya sudah lama meminta pada sejumlah dinas teknis yang memiliki proyek untuk ditender, sesegera mungkin memasukan dokumen agar ditayangkan.

Dia mencontohkan, keterlambatan pekerjaan proyek seperti jembatan Talinduka dan Lara yang melekat di dinas PU dan Perhubungan. Hal ini disebabkan instansi tersebut belum memasukan dokumen lelang bersama paket lainnya. Termasuk pekerjaan lain di puluhan dinas. Jadi kata dia, bukan akibat kesalahan ULP, tetapi kesalahan dari dinas teknis itu sendiri lambat menyetorkan berkas dan surat perintah lelang proyek tersebut.

“Kami hanya melakukan penayangan saja, dan merekap hasil tender online yang dimasukan dalam sistem oleh pihak rekanan yang sudah menang. Semua ada pokja panitia lelang. Dokumen ada, surat perintah lelang juga siap, langsung diproses untuk penayangan di server” papar Sahrul, Rabu (16/5).

Ia menjelaskan, saat ini pihak Unit Layanan Pengadaan Pemkab Kolaka Timur sudah menayangkan 80 paket proyek dan telah ada pemenangnya. Rekanan yang memenangkan paket itu sudah mulai bekerja di lapangan. “Jadi jangan saling menyalahkan satu sama lain. Mari bersama-sama bekerja dengan baik,” tandasnya.

Sebelumnya, Plt Kadis PU dan Perhubungan Koltim, Anzarullah beralasan, keterlambatan pekerjaan proyek pada tahun ini bukan karena mereka memperlambat proses tender. Sebab yang terjadi, justru pihak unit pelelangan barang dan jasa Pemkab Koltim lamban melakukan penayangan di server Unit Layanan Pengadaan (ULP). Sehingga sejumlah pekerjaan, termasuk proyek tahap II Jembatan Talinduka belum dikerjakan.

Untuk tahun 2017 ini, proyek yang banyak menghabiskan anggaran besar diantaranya kantor bupati tahap IV sebesar Rp 8 miliar. Sementara paket lainnya ada yang Rp 1 miliar, Rp 900 juta dan Rp 800 juta seperti pekerjaan box culvert dan jembatan, pembukaan dan peningkatan jalan di 12 kecamatan. “Jadi, kami hanya memberikan dokumen lelang ke ULP saja. Tinggal mereka yang melakukan penayangan lebih lanjut. Nah, hasil dari tender itu akan dikembalikan pada kami untuk melakukan kelengkapan berkas dan dokumen kontrak,” tandasnya. (b/kus)

Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Koltim
* Proyek yang sudah dilelang : 80 Paket
* Pekerjaan besar tahun 2017 :
– Proyek kantor bupati tahap IV sebesar Rp 8 miliar
– Paket lainnya Rp 1 miliar, Rp 900 juta dan Rp 800 juta untuk pekerjaan box culvert dan jembatan, pembukaan dan peningkatan jalan di 12 kecamatan

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top