Wow..Seorang Petani di Desa Kasmaran, Nikahi Dua Gadis Sekaligus, Ini Fotonya… – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Nasional

Wow..Seorang Petani di Desa Kasmaran, Nikahi Dua Gadis Sekaligus, Ini Fotonya…

kendaripos.fajar.co.id — Ardiansyah, seorang petani di Dusun V, Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan membuah heboh warga sekitar. Lelaki yang akrab disapa Ardi ini menikah dengan dua wanita sekaligus. Mereka, Pegi Melati Sukma (20) dan Ria (25). Ketika ditemui Sumatera Online Ekspres (Kendari Pos Group), senyum selalu menghiasi bibir ketiganya. Namun, mereka tak bisa menutupi kecanggungan satu sama lain. Sekilas Pegi lebih atraktif daripada Ria.

“Ya…beginilah kalau cinta,” ujar Pegi ketika ditemui di kediamannya, di Dusun V, Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pukul 20.00 WIB selasa, (16/5/2017) malam.

Di desanya, Ardi bukan pemuda yang tergolong kaya. Sehari-hari berprofesi sebagai petani karet. Penghasilan sekitar Rp900 ribu per bulan.
Ardi selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Menghidupi ibunya, Yusmiati, dan keempat adiknya. Ayahnya, Asri (alm) empat tahun lalu sudah meninggal dunia. “Sejak itu, saya yang memikul tanggung jawab keluarga. Nah, sekarang tambah dua istri,” kata pria yang tidak tamat sekolah dasar itu, sembari mengumbar senyum.

Dengan kehidupan barunya sekarang, Ardi berjanji akan adil. Menafkahi kedua istrinya baik secara lahir maupun batin. “Kalau sehari dapat Rp10 ribu, ya terpaksa istri diberi masing-masing 3 ribu. Sisanya buat keluarga,” kata Ardi tanpa malu. Selain soal ekonomi, Ardi juga terus terang kalau mereka berbagi tempat di tempat tinggal yang dia sebut gubuk. Rumahnya semipermanen dari kayu sekitar 5×4 meter persegi. “Karena rumah sempit dan tamu masih ramai, jadi belum sempat malam pertama, Mas,” katanya malu-malu.

Kok, nekat nikahi dua wanita sekaligus? Ditanya demikian Ardi terdiam sejenak. “Namanya jodoh,” tukasnya. Pegi dan Ria bukan wanita satu desa dan sebelum hidup satu rumah, keduanya tidak saling kenal sama sekali. Pegi disebut kembang desa di tempat tinggalnya, Karang Anyar, Kecamatan Lawang Wetan, Muba. Dia bertemu Ardi pada 2015 lalu di sebuah pesta pernikahan warga. Saat itu, Ardi tampil dan menyumbang suara emasnya.

1 of 3

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top