Warga di Konkep Mengais Untung Usai Banjir Bandang, Begini Caranya.. – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Konawe Kepulauan

Warga di Konkep Mengais Untung Usai Banjir Bandang, Begini Caranya..

Jembatan yang dibuat warga sendiri setelah jembatan utama ambruk di terjang banjir bandang. Setiap yang lewat bakal dikenakan tarif. Foto : Mursalim/Kendari Pos.

Tak selamanya banjir membawa duka. Ada sebagian orang justru bisa mendapatkan rupiah akibat bencana alam tersebut. Seperti yang dirasakan warga Desa Bukit Permai, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Mereka bisa mendapatkan duit,  karena membuat jembatan darurat yang menghubungkan dua kecamatan di daerah itu. Soalnya, jembatan sebelumnya rusak diterjang banjir bandang, Minggu (14/5).

Mursalim, Langara

Warda tak menghirauakan bulir-bulir keringat yang bergelantung di wajahnya. Dia lebih konsen menghitung uang receh dan lembaran uang pecahan rupiah dua ribuan yang baru saja diterima dari beberapa warga yang menggunakan jasanya, lewat di jembatan darurat yang dibuatnya bersama beberapa rekannya.

Senyumnya langsung mengembang usai tuntas menghitung semua uang di tangannya. “Alhamdulillah dapat rezeki lagi hari ini. Lumayan sampai Rp 100 ribu lebih,” kata Warda, Selasa (16/5). Dalam beberapa hari ini, Warda bersama beberapa temannya memang punya “job” baru. Setelah banjir bandang yang melanda Konkep pada  Jumat (12/5) hingga Minggu (14/5) lalu, menyebabkan beberapa jembatan penghubung antar kecamatan di otorita Ir Amrullah itu rusak parah.

Nah, salah satu jembatan yang ambruk ada di Desa Bukit Permai, Kecamatan Wawonii Barat. Namanya, jembatan Lomoluo. Kebetulan jembatan ini memang ada di desa Warda. Ide kreatifnya muncul setelah melihat puluhan warga dari tetangga desa tertahan di sungai tersebut. Maklum, jembatan  Lomoluo mernjadi akses utama yang menghubungkan Kecamatan Wawonii Barat dan Wawonii Tengah.

“Dari situlah, kami langsung berinisiatif buat jembatan darurat,” ujar pria 27 tahun tersebut. Jembatan darurat yang dibuat Warda dan kawan-kawan terbuat dari kayu dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Khusus motor dikenakan tarif Rp 15 ribu sekali melintas. “Awalnya kami patok Rp 20 ribu, tapi sepertinya kemahalan, lagipula niatnya semula untuk membantu masyarakat. Akhirnya kita turunkan jadi Rp 15 ribu saja,” jelasnya.

1 of 3

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top