Protes Pemadaman Bergilir, Warga Kabaena : Pecat Saja Kepala PLN ! – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
HEADLINE NEWS

Protes Pemadaman Bergilir, Warga Kabaena : Pecat Saja Kepala PLN !

Demo Warga Kabaena soal pemadaman bergilir. Foto : Nuryadi/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Sudah setahun lebih, aliran listrik di Pulau Kabaena tidak pernah normal. Lebih dari 1000 kepala keluarga pelanggan PLN mengeluh karena mereka hanya bisa menikmati penerangan secara bergiliran. Bila malam ini menyala di Kecamatan Kabaena Barat, maka di Kabaena dan Kabaena Selatan pasti padam. Begitu pun sebaliknya.

Anehnya, pembayaran setiap bulan nilainya tetap sama seperti saat menyala selama 30 malam. Untuk diketahui, sejak masyarakat Kabaena mengenal PLN, sekira tahun 1990, lampu di daerah itu memang hanya menyala saat malam atau sekitar 12 jam, mulai pukul 18.00-06.00 Wita. Bedanya, bila dulu tak pernah ada pemadaman bergilir. Sekarang, daya listrik di daerah seperti kehabisan tenaga.

Bosan dengan situasi tersebut, lebih dari 100 masyarakat dari tiga kecamatan yang dilayani PLN Ranting Sikeli, memilih menggelar unjuk rasa di kantor PLN setempat, Sabtu (13/5) lalu. Mereka menuntut komitmen PLN untuk segera mencari solusi atas masalah pemadaman bergilir yang sangat meresahkan. “Banyak sekali aktivitas kami yang terganggu karena kebiasaan pemadaman PLN,” kata Darsono, salah seorang peserta aksi. Massa meminta agar PLN membuat komitmen, kapan derita masyarakat akan berakhir. “Kami minta, sebelum ramadan tiba, lampu sudah harus menyala terus. Jangan lagi ada pemadaman bergilir. Kami tidak mau tahu bagaimana caranya karena situasi ini sudah lebih setahun, tidak mungkin tidak ada solusinya,” kata Muh Ihsan, salah seorang koordinator aksi.

Ihsan yang sehari-hari bekerja sebagai Kepala Pelabuhan Penyeberangan Dongkala ini juga menuntut adanya transparansi sistem penagihan rekening listrik. Warga menduga, ada manipulasi data tagih karena jumlah yang dibayarkan relatif sama dengan nilai saat lampu menyala 30 malam. Mereka menuntut pencatatan dilakukan secara benar. “Terakhir, jika memungkinkan, Kepala PLN Kabaena ini dicopot saja, tidak mampu mengatasi problem pemadaman bergilir yang sudah lebih setahun. Harus ada pejabat yang lebih representatif dan bisa bekerja lebih baik,” kata Ihsan, yang kebetulan tinggal di Teomokole, kelurahan yang sehari-hari juga mengalami pemadaman bergilir.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top