Korban Banjir di Kota Kendari Trauma, Bantuan Belum Merata, Butuh Air Bersih dan MCK – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

Korban Banjir di Kota Kendari Trauma, Bantuan Belum Merata, Butuh Air Bersih dan MCK

Kondisi di seputaran Sungai Wanggu saat banjir datang.

Puluhan warga yang berdomisili di bantaran Kali Wanggu hingga kini masih berada di tenda pengungsian yang dibuat pemerintah. Meski banjir sudah berlalu, namun mereka masih trauma. Sebab, peristiwa ini sudah kedua kalinya dialami. Tahun 2013, banjir juga meluluhlantakan harta benda mereka.

La Ode Yogi Nebansi

“Hahh, nasib-nasib,” ujar Endang sambil menghembus napas panjang. Dia terlihat sedih campur kesal. Namun tidak tahu mau marah pada siapa. Perempuan paruh baya ini hanya bisa pasrah atas bencana banjir yang baru saja dialaminya. “Saya tidak tahu mau bilang apa, banjir ini benar-benar membuat kami takut,” kata Endang saat ditemui di lokasi pengungsian, Senin (15/5). Beberapa pengungsi lainnya mengangguk tanda setuju dengan pernyataannya.

Mereka belum bisa move on dari peristiwa yang sudah meluluhlantakkan harta benda tersebut. Namun bagi Endang pribadi, sebagai istri Rukun Tetangga (RT) 3, RW 2 Kelurahan Lepo-lepo Kecamatan Baruga yang masih dalam lokasi Kali Wanggu, harus menunjukkan sikap tegar. Sebab, tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri.

Makanya, di tengah kegalauan, dia masih sempat mengkoordinir warganya agar mendapatkan bantuan. Sebagai korban, Endang masih mengharapkan bantuan masyarakat, pemerintah ataupun swasta agar bisa melewati bencana ini dengan tenang. “Kami masih butuh selimut. Soalnya, kalau malam kami sangat kedinginan. Sampai sekarang, baru bantuan logistik (obat dan makanan) yang ada,” jelasnya.

Ketua RT 14, La Bere mengharapkan hal serupa. Menurut dia, sejauh ini bantuan yang disalurkan belum merata, soalnya tidak ada yang koordinir. “Warga kami butuh, air bersih dan MCK,” katanya. La Bere mengeluhkan soal pembagian bantuan, khususnya keperluan yang diperuntukan untuk bayi dan balita. Seharusnya menjadi prioritas, namun hingga kini belum ada. Misalnya, bubur bayi dan keperluan lainnya. Termasuk kebutuhan lansia juga. “Itu dulu prioritas dibantu,” harapnya.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top