Banjir Berlalu, Penyakit Kulit Intai Warga Kendari – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Metro Kendari

Banjir Berlalu, Penyakit Kulit Intai Warga Kendari

KENDARIPOS.CO.ID — Tingginya curah hujan beberapa hari belakangan ini membuat debit air naik. Banjir merendam sudut-sudut kota. Air bah sudah berlalu, ancaman yang kini mengintai warga adalah penyebaran penyakit. Anomali cuaca rentan memicu penyebaran penyakit kulit dan pencernaan. Warga yang terdampak banjir ataupun tidak terdampak harus bisa memproteksi diri.

Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, dr. Asridah Mukkadim mengatakan jenis penyakit yang biasanya menyerang warga kondisi cuaca tidak menentu seperti penyakit kulit dan pencernaan. Sebabnya, kondisi lingkungan yang tidak bersih rentan menjadi sarang bagi kuman dan nyamuk penyebar virus.

“Biasanya kalau musim banjir begini, penyakit yang paling sering muncul adalah diare, gatal-gatal, dan Ispa. Itu karena kondisi lingkungan yang kotor sehingga perawatan kebersihan diri setiap masyarakat menjadi tidak maksimal. Nah pada situasi seperti itu, biasanya juga berkorelasi pada pola konsumsi yang tidak sehat. Kondisi demikianlah menjadi peluang diri kita terserang penyakit,” ujar dr. Asridah di ruang kerjanya, Senin (15/5).

dr.Asridah menambahkan warga yang terdampak banjir. harus bisa menjaga kebersihan diri dan pola konsumsi yang sehat dan bersih. Hal itu dapat menjadi imun terhadap penyakit. Meski dirinya memaklumi kondisi yang dialami warga saat ini, tetapi pola pencegahan harus tetap dimaksimalkan. “Kalau ada warga korban banjir yang memiliki keluhan, silahkan ke RSUD. Kami gratiskan pelayanan kesehatan bagi mereka,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Ruhminingrum mengaku sudah memerintahkan semua Puskesmas di Kota Kendari untuk bersiaga selama 24 jam. Itu untuk memastikan pelayanan kesehatan warga terdampak banjir bisa terpenuhi kapan pun dibutuhkan. “Kita juga standby kan obat dan peralatan kesehatan lainnya,” jelasnya.

Ruhminingrum mengimbau petugas Puskesmas yang daerah terendam banjir agar turut memantau kondisi kesehatan warga. Apapun itu, dirinya tidak ingin ada warga korban banjir yang tidak mendapat pelayanan dari tenaga medis. “Kewajiban kita pada kondisi seperti ini harus menjamin kesehatan masyarakat,” tegasnya. (p1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top