Aroma Korupsi Dana Dekonsentrasi Satpol PP Sultra Dilaporkan ke Kejati – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Aroma Korupsi Dana Dekonsentrasi Satpol PP Sultra Dilaporkan ke Kejati

kendaripos.fajar.co.id — Pengelolaan dana dekonsentrasi APBN tahun 2015 yang melekat di Satuan Pol PP Provinsi Sultra disoal. Anggarannya sekira Rp 300 juta. Selain itu, ada juga anggaran pengadaan seragam Pataka dan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Satpol PP tahun 2016 sebesar Rp 30 juta yang bersumber dari APBN.

Lembaga Pengawasan Kebijakan Publik dan Keadilan (LPKP-K) mempersoalkan pengelolaan anggaran dua item tersebut. Bahkan Ketua LPKP-K, Ferdian Candra mengadukan pengelolaan anggaran tersebut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, Senin (15/5). Ferdian Candra mengatakan laporan tersebut berdasarkan pengawasan dan pemantauannya selama ini. Dia mencium aroma tak beres dalam pengelolaan dana tersebut sehingga dilaporkan ke Kejati Sultra. “Untuk pihak Kejati Sultra, kami berharap agar mengusut tuntas kasus ini, sesuai dengan undang-undangan yang berlaku,” ujar Ferdian, usai menyerahkan aduannya di Kejati Sultra.

Ferdian menambahkan laporan yang disampaikan ke Kejati Sultra tentu punya ada dasar hukum, yakni Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor) sebagimana diubah pada UU Nomor 20 tahun 2001. “Kami lampirkan juga fotocopy rincian kerja Satpol PP, dan beberapa kuitansi kegiatan yang telah dilakukan Kasat Pol PP,” paparnya.

Kasipenkum Kejati Sultra, Janes Mamangkey, SH membenarkan adanya LPKP-K terkait dugaan korupsi di Satpol PP Sultra. Kejati akan menelaah laporan tersebut. “Laporannya sudah kami terima, dan tentunya harus dipelajari dulu. Kalau sudah ditelaah dan apabila layak ditingkatkan pasti akan diproses,” ujar Janes.

Sementara itu, Kasat Pol PP Provinsi Sultra, Bustam enggan berkomentar banyak atas laporan Ketua LPKP-K, Ferdian Chandra. Bustam mengatakan akan melakukan klarifikasi laporan tersebut. “Nanti ya, saya klarifikasi karena itu ada beberapa item yang harus dijelaskan terkait laporan itu,” ujar Bustam saat dihubungi. (kmr/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top