PDAM Kendari Temukan 2.000 Sambungan Pipa Liar – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

PDAM Kendari Temukan 2.000 Sambungan Pipa Liar

Ilustrasi

kendaripos.fajar.co.id —  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari terus berbenah. Demi meningkatkan pelayanan pada konsumen perusahaan plat merah tersebut tidak hanya menambah durasi distribusi air, tetapi juga menertibkan sambungan liar. Hingga saat ini, lebih dari 2.000 sambungan pipa liar diberbagai titik ditemukan. PDAM bertindak tegas dan memutus semua sambungan liar tersebut.

Direktur PDAM Tirta Anoa Kendari, Damin mengatakan maraknya sambungan liar itu salah satu penyebab tingginya angka kehilangan air. Dampaknya, debit air berkurang. Karena itu, pihaknya terus mengoptimalkan kinerja tim pengawas internal.

“Dulu kita punya pelanggan itu sampai 20 ribu yang terdaftar tetapi banyak yang tidak membayar berturut-turut tiga bulan maka kami putus. Belum lagi sangat banyak sambungan liar. Bahkan kalau dilakukan sudah tahunan, kami langsung bawa ke ranah hukum, dan itu pernah terjadi di Mandonga. Banyak rumah-rumah kos pakai sambungan liar,” ujar Damin, kemarin.

Setelah dilakukan penertiban itu, pelanggan PDAM tersisa 18 ribu. Meski begitu pendapatan perusahaan daerah itu justru meningkat dengan berkurangnya jumlah pelanggan. “Kita bisa dapat Rp 100 juta  lebih per bulan pendapatan, setelah penertiban yang gencar kita lakukan akhir-akhir ini,” jelasnya.

Masih kata Damin, dalam rangka terus meningkatkan pelayanan, kerja sama dari masyarakat sangat dibutuhkan. Pasalnya, jumlah personel yang terbatas tentu tidak bisa mengawasi seluruh titik pelayanan air di Kendari. “Makanya kami minta kerja sama masyarakat juga, kalau ada tetangga atau siapa saja yang ambil air dengan cara ilegal tolong dilaporkan. Kami lindungi kerahasiaan laporan itu,” janji Damin.

Sementara untuk kualitas air selama musim hujan ini, Damin menjamin tetap pada kualitas normal. Terkecuali jika terjadi kebocoran yang tidak sempat diketahui. “Soal produksi air kami pastikan terus terjaga, hanya memang kami akui ada kekeruhan di sumber air akibat hujan. Tapi itu bisa kita tangani melalui pemakaian bahan penjernih lebih banyak. Memang konsekuensinya biaya produksi kami meningkat tapi tidak masalah,” tandasnya. (ely/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top