Jaksa Bidik Kontraktor Bandel di Kolaka Timur – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Kolaka Timur

Jaksa Bidik Kontraktor Bandel di Kolaka Timur

kendaripos.fajar.co.id — Sejak tahun 2014 lalu, sejumlah kontraktor bermasalah pada pekerjaan proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) ternyata belum tuntas mengembalikan uang negara yang telah dicairkan. Upaya Pemkab Koltim melakukan penagihan sesuai hasil audit BPKP tak disambut dengan itikad baik oleh para rekanan tersebut. Hanya ada beberapa yang dengan kesadaran sendiri datang menyerahkan uang negara tersebut.

Inspektorat Koltim pun memilih meminta bantuan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka untuk melakukan penagihan pada para kontraktor. Kepala Inspektorat Koltim, La Ode Ishak, mengaku, ada ratusan temuan BPKP pada item pekerjaan konstruksi di wilayah tersebut. Beberapa diantaranya adalah temuan pekerjaan kantor bupati yang mencapai Rp 250 juta, proyek kantor DPRD Rp 213. Ia menjelaskan, pihak rekanan harus mengembalikan kerugian negara tersebut melalui kantor kas daerah. “Kami sudah cukup melakukan upaya penagihan, tetapi pihak rekanan tak menghiraukan. Seolah-olah tidak ada masalah. Makanya, kami atas izin bupati menyerahkan langsung kepada Kajari untuk melakukan penagihan,” kata Ishak, Minggu (14/5).

Ia mengancam, akan melakukan penyitaan aset hingga menyerahkan perosalan tersebut ke proses hukum jika pihak kontraktor tetap mengabaikan pengembalian dana proyek yang telah dicairkan. “Makanya, yang ingin melakukan pengembalian silahkan menghadap ke inspektorat. Kalau tidak silahkan nanti kita akan datangi bersama kejaksaan,” ancamnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kolaka, Jefferdian, MH juga mengaku, pihaknya sudah menerima surat permintaan tersebut dari Pemkab Koltim. “Kami bersama jaksa akan melakukan penagihan pada ratusan kontraktor yang belum melakukan pengembalian. Uang hasil penagihan itu nantinya akan segera dikembalikan ke Pemkab Koltim. Kontraktor langsung melakukan transfer sendiri-sendiri ke rekening Kasda,” terangnya saat dikonfirmasi.

Ia berharap, pihak kontraktor mau dengan kesadaran sendiri melakukan pengembalian hasil temuan auditor negara tersebut. “Kejaksaan hanya memfasilitasi penagihan pada kontraktor yang ingin mengembalikan kerugian negara. Jika tidak, maka kita akan proses lebih lanjut,” ancam Kajari. (b/kus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top