Strict Standards: Redefining already defined constructor for class Popular_Posts_Tabbed_Widget_Jetpack in /home/kendaripos/public_html/wp-content/plugins/popular-posts-tab-widget-for-jetpack/popular-posts-tab-widget-for-jetpack.php on line 61
Alamak … Nilai Rata-Rata UN SMA Tahun ini Jeblok – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Edukasi

Alamak … Nilai Rata-Rata UN SMA Tahun ini Jeblok

kendaripos.fajar.co.id JAKARTA- Nilai rata-rata ujian nasional (UN) SMA 2017 tidak sesuai harapan. Dari empat mata pelajaran yang diujikan, yakni matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran pilihan, nilai yang muncul ada pada kisaran 50-an. tahun 2016, meningkat menjadi 3.782 sekolah pada tahun 2017 ini. Sementara sekolah yang menggunakan UNKP masih turun dari 6 juta sekolah dari tahun 2016 menjadi 3 juta sekolah pada tahun 2017. “Jadi ada peningkatan 460 persen,” kata Nizam.

Nizam menyebut bahwa di daerah-daerah masih banyak siswa maupun sekolah yang meraih nilai tinggi dalam pelaksanaan UNBK. Sekolah yang mengalami penurunan pencapaian, kata Nizam adalah mereka yang sebelumnya diketahui memiliki Indeks Integritas UN (IIUN) yang rendah. “Sementara yang IIUN nya tinggi kemarin saat ini mengalami kenaikan,” katanya.

Nizam menyebut bahwa pelaksanaan UN tahun ini merupakan evaluasi Kemendikbud terhadap integritas sekolah. Beberapa sekolah yang baru menggunakan UNBK mengalami kenaikan IIUN dan penurunan nilai. “Berarti UN yang tahun-tahun lalu bukan pekerjaan murid-muridnya sendiri,” katanya.

Namun, untuk sekolah yang sebelumnya telah menggunakan UNBK, jarak antara IIUN dengan nilai capaian semakin lama terkoreksi semakin sedikit. Bukti bahwa sekolah sudah mulai mendorong pencapaian siswa-siswanya secara jujur. Memang, untuk beberapa mata pelajaran masih menjadi PR yang serius bagi Kemendikbud. Utamanya Matematika dan Bahasa Inggris. Sebagian besar siswa di tanah air belum mampu mencapai standar minimal, yakni 55 “ Sebanyak 70 persen siswa, nilai matematikanya belum mencapai standar (55,Red),” katanya.

Selain sekolah umum, Madrasah juga mengalami penurunan nilai rata-rata signifikan. Menurut data, di sekolah negeri maupun swasta, yang melaksanakan UNBK maupun UNKP, nilai capaian madrasah se Indonesia berada di angka 4.

Dirjen Pendidikan Agama Islam (PAI), Kamaluddin Amin mengaku belum menerima data resmi hasil UN madrasah dari Kemendikbud. Hari ini, pihak Kemenag masih dalam proses meminta data resmi hasil UN madrasah ke Kemendikbud. Barulah setelah itu, Ditjen PAI bisa mengambil sikap. “Akan kami evaluasi secara menyeluruh dulu,” katanya.

Pengamat Pendidikan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jejen Musfah mengatakan turunnya nilai UN tahun ini dibandingkan sebelumnya, menunjukkan sejumlah gejala. Pertama adalah memang inilah nilai hasil prestasi anak Indonesia sesungguhnya. ’’Jika dikaitkan dengan indeks integritas yang meningkat,’’ tuturnya.

Jejen mengatakan nilai UN selama ini bagus, karena tidak ketahuan integritasnya. Setelah beberapa tahun terakhir dilakukan pengukuran indeks integritas, baru ketahuan. Bahwa penurunan nilai UN diikuti dengan peningkatan integritas atau kejujuran. ’’Idealnya UNnya jujur, nilainya juga bagus,’’ tandasnya.

Kemudian turunnya nilai UN juga bisa dikaitkan dengan semangat atau gairah belajar. Dia tidak memungkiri bahwa terjadi perbedaan semangat belajar, ketika UN masih jadi penentu kelulusan dengan sekarang tidak jadi penentu. Selain itu penurunan nilai UN itu mengatakan bahwa masih ada budaya manipulatif dalam penilaian siswa.

Meskipun secara rata-rata nilai UN turun, Jejen meyakini terjadi fenomena kesenjangan nilai UN di dalamnya. Ada sekolah yang mendapatkan nilai tinggi sekali. Sebaliknya ada sekolah mendapatkan nilai jeblok. Jejen menjelaskan ketimpangan layanan pendidikan di Indonesia masih menjadi masalah yang belum terpecahkan. (tau/wan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top