Harga Sembako di Konut Stabil, Wakatobi Turun – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Ekonomi & Bisnis

Harga Sembako di Konut Stabil, Wakatobi Turun

kendaripos.fajar.co.id WANGGUDU-Menjelang bulan suci ramadan 1438 Hijriah atau 2017 Masehi, kondisi harga sembako di Kabupaten Konawe Utara relatif stabil. Belum ada tanda-tanda kenaikan harga. Hanya saja, yang perlu mendapat perhatian, seminggu memasuki ramadan biasanya harga sembako mengalami kenaikan.

Makanya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Konut, H. Djuswan melalui Kabid Perdagangan, Ery Husaini mengaku akan melakukan pemantauan harga di pasar tradisional yang berada di wilayah Konut.
“Nanti minggu depan baru kita turun tinjau harga sembilan bahan pokok. Apakah ada lonjakan atau tidak. Sehingga saat ini belum bisa kita pastikan apakah ada lonjakan harga,” ujar Ery Husaini, Jumat (12/5).

Kebiasaan yang terjadi, memasuki ramadan kebutuhan rumah tangga mengalami peningkatan dengan daya beli masyarakat yang cukup tinggi. Terutama beras, bawang, minyak goreng, cabai maupun bumbu dapur lainnya. “Kalau stok sembako untuk saat ini masih kategori aman. Akan tetapi tidak tahu dengan kondisi cuaca musim hujan sekarang. Karena itu juga mempengaruhi stok bahan baku,” ujarnya.

Ery Husaini berharap harga sembako tetap stabil, sehingga tidak menambah beban masyarakat saat menunaikan ibadah puasa nantinya. ”Mudah-mudahan tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Makanya minggu depan kita turun melakukan pemantaun guna mengecek kondisi harga dan ketersediaan stok,” harapnya.
Sementara itu di Wakatobi, harga sembako justru mengalami penurunan jelang bulan ramadan ini.

Di Pasar Sentral Wangiwangi, harga beras 50 kilo yang sebelumnya senilai Rp 480 ribu kini menurun menjadi Rp 450 ribu. Hal ini telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Meski harga beras 25 kilo tidak mengalami penurunan dan tetap stabil. Bukan hanya beras, bawang merah mengalami penurunan hampir 50 persen. Sebelumnya sekilo mencapai Rp 30 ribu kini hanya Rp 18 ribu saja. Cabai rawit pun mengalami penurunan hingga Rp 5.000 per kilogram. Sebelumnya sekilo mencapai Rp 25 ribu turun menjadi Rp 20 ribu.

“Ini memang jarang terjadi apalagi jelang bulan suci Ramadan. Biasanya kalau jelang bulan puasa pasti harga meroket. Tak hanya cabai rawit, tomat juga mengalami penurunan yang tadinya seharga Rp 14 ribu per kilo kini menjadi Rp 9 ribu,” kata Pedagang Pasar Sentral Wangiwangi, Wa Sanu, kemarin. Sebelumnya, pihak Gudang Bulog Wilayah Wangiwangi juga telah mendistribusikan gula pasir murah yang dibanderol dengan harga Rp 12.500 per kilonya. Padahal harga di pasar mencapai Rp 14 ribu. Hal ini dilakukan guna menstabilkan harga di pasaran jelang Ramadan. (c/min/thy)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top