Pemprov Sultra Gagas Sistem Air Pelayanan Regional – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Sulawesi Tenggara

Pemprov Sultra Gagas Sistem Air Pelayanan Regional

ilustrasi

kendaripos.fajar.co.id — Kondisi air baku di Sungai Pohara, Sampara terus mengalami penurunan. Sementara jumlah masyarakat yang memanfaatkan sumber air itu terus bertambah di Kabupaten Konawe dan Kota Kendari. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah dua daerah tersebut meningkatkan biaya produksi untuk menjaga kualitas air.     Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian Dinas Cipta Karya Sultra, Pantja Tolla membenarkan hal itu. Dijelaskan, meski kapasitas air baku di Sungai Pohara masih di atas rata-rata kebutuhan pelayanan namun proses produksi dan distribusinya sudah tidak maksimal.

“Debit air baku di Pohara itu masih 400 liter perdetik, masih banyak sekali. Tetapi memang produksinya saja yang tidak bisa lagi maksimal. Kualitas air juga menurun mulai dari sumber air baku itu,” ujar Pantja Tolla.

Hal itu kata dia dipengaruhi oleh kondisi perpipaan yang sudah tua. Sementara penyebab turunnya kualitas air karena tingginya sedimentasi di sungai akibat pembukaan lahan baru atau dimungkinkan juga karena aktivitas tambang pasir. “Ada dua solusinya, terus menambah biaya produksi untuk menetralkan kekeruhan air atau mengganti pipa,” katanya.

Untuk menyiasati kebutuhan air yang semakin tinggi seiring dengan pertumbuhan penduduk itu, selain merehabilitasi pipa yang sudah ada, Pemprov juga sudah menggagas pengadaan sistim pelayanan air regional. Maksudnya, satu sumber yang melayani lebih dari dua kabupaten. “Sistim regional ini kita pikirkan akan dibangun di Sungai Konaweha, bisa melayani daerah-daerah di sekitarnya,” paparnya.

Saat ini ide sudah masuk tahap studi awal. Pemprov masih mencari mitra kerja untuk ide proyek itu. Selain pemerintah Pemprov juga membuka peluang investasi bagi lembaga atau perusahaan. Soal pergantian pipa itu masih kata Pantja juga sudah diusulkan ke pusat. Khususnya, untuk mengganti pipa induk dari Pohara menuju Punggolaka setidaknya membutuhkan dana sebesar Rp 50 miliar. “Karena panjangnya sekira 17 kilometer,” tutupnya. (ely/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top