23 Paguyuban Akan Ikut Pawai Budaya Meriahkan HUT Kota Kendari – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
HEADLINE NEWS

23 Paguyuban Akan Ikut Pawai Budaya Meriahkan HUT Kota Kendari

Wa Ode Arnas Gusri.

KENDARIPOS.CO.ID — Keyakinan Asrun tentang Kota Kendari sebagai miniatur Indonesia akan dibuktikan. Keragaman budaya dan etnis di kota lulo ini akan benar-benar terlihat pada parade kebudayaan yang akan dihelat Pemkot melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari pada, Sabtu 6 Mei 2017. Bertajuk Pawai Budaya, sebanyak 23 paguyuban dari berbagai etnis berbeda akan unjuk aksi dalam bingkai kebersamaan dan persatuan di kota yang dinakhodai Asrun ini.

Pawai Budaya dalam rangka memeriahkan HUT Kota Kendari tersebut akan akan mengambil start depan Kantor DPRD Kota Kendari menuju panggung utama, depan Kantor Wali Kota Kendari. Wa Ode Arnas Gusri, Kepala Bidang Promosi Wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari mengatakan hal itu kepada Kendari Pos. Arnas mengaku, masyarakat metro akan dibuat takjub dengan kekayaan etnis dan budaya yang hidup berdampingan dengan damai selama ini. Bukan saja itu, tampilan kostum adat peserta juga dipastikan akan mengundang rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap nusantara.

Melalui kegiatan pawai budaya tersebut, Pemkot bermaksud memberi ruang positif kepada seluruh etnis untuk mengenalkan budayanya masing-masing. Kata Arnas, budaya bukan saja kekayaan milik etnis yang bersangkutan, tetapi dapat menjadi media untuk saling mengetahui tingkat kreativitas masyarakat. “Semua suku di Kendari kita undang. Mulai dari Padang, Jawa, Nusa Tenggara hingga Papua tidak ketinggalan akan ikut bergabung bersama etnis lokal di Sultra,” ulasnya.

Puluhan paguyuban peserta tersebut nantinya akan dinilai mana yang terbaik. Tim penilainya terdiri dari unsur Pemkot dan praktisi kebudayaan. Tetapi tujuannya bukan mencari mana yang unggul atau yang terbaik, melainkan semata hanya bentuk apresiasi panitian kepada paguyuban yang tampil menarik.

Arnas juga mengungkapkan, semua peserta paguyuban tersebut dalam keikutsertaanya pada pawai budaya kali ini, diberikan uang pembinaan. Itu sebagai bentuk tanggung jawab Pemkot dalam menjalin kerjasama yang baik dengan semua elemen suku bangsa. “Kita beri pembinaan sebesar 3 juta per paguyuban. Sebagai bentuk kerja sama saja,” ulas Arnas.

Direncanakan, pawai budaya ini akan menjadi iven nasional yang dapat dikenal luas oleh seluruh masyarakat Indonesia maupun internasional. Harapannya, dengan begitu maka proses promosi wisata baik budaya maupun wisata alam menjadi lebih luas jangkauannya. (p1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top