Muat 40 Kubik Kayu Tanpa Dokumen, Nahkoda KLM Hotel Jaya Periksa – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Hukum & Kriminal

Muat 40 Kubik Kayu Tanpa Dokumen, Nahkoda KLM Hotel Jaya Periksa

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Belum lama ini, tim dari Direktorat Polair Polda Sultra mengamankan kapal KLM Hotel Jaya GT 19 yang diduga memuat kayu ilegal. Nahkoda kapal tidak bisa memberikan bukti kepemilikan 40 kubik kayu yang dimuatnya. Dianggap bermasalah, tim Direktorat Polair yang kala itu sedang lakukan patroli langsung menggelandangnya. Kini nahkoda kapal tersebut sedang diperiksa penyidik.

Kasubbid PID Humas Kompol Dolfi Kumaseh membenarkan soal tangkapan Baharkam Polri itu. Penggagalan penyeludupan kayu yang dilakukan langsung oleh Baharkam Polri tersebut dilakukan di perairan Ereke Buton Utara (Butur). Tepatnya dikoordinat 04-48-35S -123-08-27T . Kayu yang diamankan yakni jenis Kenari dan Jabon. Diamankannya kayu-kayu tersebut, sebab dari hasil pemeriksaan, kayu tersebut tak memiliki izin yang sah.
Selain itu, kapal KLM Hotel Jaya GT 19 juga tidak memiliki izin persetujuan berlayar (IPB). “Sudah diamankan tersangka bernama Musri selaku nahkoda kapal. Dia sementara menjalani pemeriksaan di Mako Pol Air Polda Sultra,” kata Dolfi, Kamis (20/4).

BACA JUGA :  Polres Konawe Temukan Ratusan Kayu Rimba Campuran Terapung di Sungai

Dofi menjelaskan, tersangka ini telah menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik subdit penegakan hukum (Gakum) Ditpolair Polda Sultra. Dia juga telah menjalani masa penahanan. Selain pemeriksaan yang bersangkutan, penyidik juga mengambil langkah untuk melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk perlengkapan berkas perkara, supaya segera dilimpahkan ke Kejati Sultra.” Sementara dalam pemeriksaan, kapanya sudah diamankan sekaligus kayu tersebut,” terangnya.

BACA JUGA :  Bongkar Peran Penyelundup Jati, Penyidik Hadirkan Ahli Pidana dari Sumut

Nah, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 12 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberatasan perusakan hutan dengan ancaman pidana lima Tahun penjara. (c/ade)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top