Pajak BBM Tambang di Sultra Bocor. Nilainya Fantastis! – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Pajak BBM Tambang di Sultra Bocor. Nilainya Fantastis!

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Entah siapa yang harus disalahkan, yang pasti, daerah ini sudah rugi besar akibat keteledoroan pihak-pihak tertentu yang ditugasi mengurusi dan mengawasi sektor pertambangan. Selama dua tahun, yakni 2013 dan 2014, ada dugaan kebocoran penerimaan daerah yang berasal dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sektor pertambangan. Nilainya lumayan fantastis, yakni Rp 265 Miliar.

Duit itu, harusnya masuk ke kas daerah tapi tak terbayar. Padahal, bila dana itu dikelola dengan baik, sudah banyak puskesmas, sekolah rusak termasuk jalan bisa dibangun. Pajak BBM tambang ini bocor karena para pemilik izin pertambangan di Sultra tidak membayar kewajibannya. “Ini temuan dari tim yang dibentuk sendiri oleh Gubernur,” ungkap Wakil Ketua komisi II DPRD Sultra, Rasyid.

Secara detail, kader PKS itu mengungkapkan bahwa kebocoran tersebut merupakan temuan dari tim pemantau dan pengawasan pertambangan di Sultra yang dibentuk oleh gubernur, yang diketuai oleh Asisten III Ketut Puspa Adnyana. “Itu temuan tim pengawasan pertambangan yang didalamnya ada dari, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Kepolisian, TNI dan pihak-pihak terkait lainnya. Berdasar pengawasan mereka yang dilakukan beberapa waktu lalu bahwa diduga PBBKB yang seharusnya menjadi pendapatan daerah mengalami kebocoran,” ungkapnya, saat dihubungi via selulernya, kemarin.

Rasyid juga mengungkapkan bahwa, berdasarkan asumsi komisi II DPRD Sultra, kebocoran yang ditemukan oleh tim pengawasan tersebut mencapai angka Rp 265 miliar. “Ini hasil hitung-hitung lepas teman-teman komisi II cukup besar kebocorannya. Ada selisih antara ekspor ore nikel di Sultra tahun 2013-2014 dengan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digunakan oleh perusahaan tambang yang ada di Sultra,” ujarnya.

Disinggung soal angka pasti dan perusahaan mana saja yang dicurigai tidak membayar PBBKB, Rasyid tak dapat menjelaskan secara detail. Katanya, informasi ini ia peroleh dari pihak yang berkompeten. “Silahkan dicek dan dikonfirmasi lebih lanjut. Yang jelas, kami minta Gubernur bisa memperkuat peran tim pengawasan pertambangan agar jangan ada kebocoran serupa,” kata mantan anggota DPRD Konawe Selatan ini.

Rasyid meminta agar persoalan ini harus diseriusi. Ia pun merekomendasikan agar temua tim pengawasan pertambangan tersebut dapat diaudit oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), agar bisa diperoleh angka resminya. Bagi perusahaan yang terbukti tidak melakukan pembayaran PBBKB diharapkan dapat memiliki itikad baik untuk menyelesaikan tanggung jawabnya.

Soal kebocoran tersebut, pihak ESDM Sultra, melalui Kepala bidang Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE), Andi Azis tidak membantahnya. Ia juga mengungkapkan bahwa soal kebocoran juga menjadi temuan pihaknya. “Persoalan kurang bayar juga menjadi temuan ESDM. Pengawasan terhadap pembayaran royaliti dan pajak dari sektor pertambangan sudah diminimalisir, namun belum maksimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total 90 persen pemilik usaha pertambangan yang harusnya dibayarkan hanya 17,17 persen saja yang melaksanakan kewajiban. “Ada selisih, itu yang akan kita tagih. Untuk perusahaan mana saya tidak pegang data pastinya, perusahaan mana yang tidak membayar PBBKB atau kurang bayar,” katanya.

Soal potensi pendapatan daerah dari sektor pertambangan, Azis mengungkapkan sebesar Rp 100 miliar dapat masuk sebagai pendapatan setiap tahunnya. “Angka itu merupakan awal dari kebijakan pembukaan kembali kesempatan ekspore nikel,” pungkasnya. (yog)

Komentar

komentar

1 Comment

1 Comment

  1. Kim Gamoro

    20 Apr 17 10:40 at 10:40

    Fantastis…dana tsb harusnya sudah di bayarkan pada saat pembayaran apakah itu melalui invoice atau cash…macet di mana itu yg harus di telusuri.
    Karena pada saat terbit Purchase Order BBM tsb pajaknya sudah di sertakan dalam item di PO

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top