Satu Wadah, Proyek Integrasi BUMDes Dimulai – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Nasional

Satu Wadah, Proyek Integrasi BUMDes Dimulai

Eko Putro Sandjojo

kendaripos.fajar.co.id — Pemerintah memulai tahapan awal untuk mengintegrasikan seluruh BUMDes di Indonesia dalam satu wadah. Untuk saat ini, pihaknya mulai menyasar untuk pengelolaan 5.947 BUMDes yang tersebar di lima provinsi di Jawa. Skema yang digodok di empat wilayah  itu nantinya bakal jadi referensi untuk membentuk holding nasional.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo menyatakan, proyek percobaan memang sengaja dilakukan di wilayah Jawa karena dukungan infrastruktur yang sudah memadai. Pihaknya memilih tiga sampai lima kabupaten setiap provinsi untuk diintegrasikan.

’’Jadi, ini nantinya bukan hanya untuk mendorong potensi setiap desa. Namun, menghubungkan setiap desa menjadi jaringan dagang paling luas di Indonesia. Dengan begitu, pasti postensi ekonominya super besar,’’ ujarnya saat ditemui usai diskusi Pemerataan Kesejahteraan Ekonomi Desa di Galeri Nasional, Jakarta, Minggu (9/4).

BACA JUGA :  Seleksi April Ditunda, Penerimaan 281 Pendamping Desa Sultra Tunggu Juknis

PT Mitra BUMDes nantinya bakal bekerja sebagai kekang bagi oknum yang ingin menjadikan lembaga usaha desa untuk keuntungan pribadi. Hal tersebut dengan menyerap 51 persen saham di setiap BUMDes yang ada. ’’Saat ini masih di beberapa Kabupaten. Jika sudah matang maka kami sebarkan ke wilayah lain sampai BUMDes eksisting di Jawa tergabung dalam holding,’’ jelasnya.

BACA JUGA :  Dinas PMD Akan Rekrut 281 Orang Pendamping Desa

Soal teknis pembentukan, dia mengaku saat ini masih menyimpan dua skema. Skema pertama adalah pembentukan perusahaan modal venture dari himpunan bank milik negara (Himbara)  untuk menyumbangkan dana penyerapan saham BUMDes. Sedangkan PT Bulog bakal bertindak sebagai operator dari holding tersebut.

Dalam skema kedua, pihaknya bakal melakukan kerjasama channeling dari bank pelat merah yang berbeda di setiap kabupaten. Dalam skema ini, Bulog bakal menjad membentuk menjalankan anak perusahaan sendiri. ’’Yang jadi faktor pertimbangan kami adalah larangan OJK bagi bank untuk masuk sektor riil. Jadi kami akan pilih skema paling cocok,’’ jelasnya.

BACA JUGA :  Seleksi April Ditunda, Penerimaan 281 Pendamping Desa Sultra Tunggu Juknis

Untuk sementara, PT Bulog sudah masuk ke 22 kabupaten melalui kerjasama dengan beberapa bank BUMN. Contohnya untuk lima kabupaten di Provinsi Jawa Timur, pihaknya bekerjasama dengan Bank BNI untuk melakukan penguatan modal, sumber daya,  jika jaringan dari BUMDes yang ada. Hal ini dirasa bakal membuka keran potensi dari BUMDes yang selama ini kurang bekerja dengan baik.

’’Ada BUMDes yang bisa mendapatkan omset hingga Rp 10 miliar per tahun tapi ada juga yang hanya sampai Rp 200 juta. Salah satu masalahnya adalah kompetensi sumberdaya. Itu yang harus dibantu,’’ tegasnya. (bil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top