Rekrutmen Anggota Polri 2017 Tanpa Suap dan Pungli – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Nasional

Rekrutmen Anggota Polri 2017 Tanpa Suap dan Pungli

kendaripos.fajar.co.id , PALEMBANG – Tahun ini, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan menerima 10.500 bintara, 300 akademi kepolisian (akpol), dan 200 tamtama. Pendaftaran telah dimulai sejak 14 Maret hingga 15 April mendatang.

Formulir pendaftaran Polri bisa diakses melalui online di situs www.penerimaan.polri.go.id. Polda Sumatera Selatan pun gencar menyosialisasikan mengenai rekrutmen anggota Polri tahun 2017 yang dijanjikan clear and clean.

Salah satu usaha penerimaan yang bersih itu, dengan menggelar kampanye akbar di plaza Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, kemarin (26/3). Dihadiri puluhan ribu masyarakat. Terutama para siswa SMA/SMK atau sederajat, maupun orang tuanya.

Mereka dapat bertanya langsung, segala hal tentang Polri. Personel kepolisian juga parade membawa spanduk bertuliskan kalimat unik, layaknya fashion show.

Seperti tulisan: “Buntu atau Beduit, Samo Bae. Pacak Galo Masuk Polisi”. “Hari Gini Percaya Calo, Cape dech”. “Kito Jadi Polisi Idak KKN”. “Yakin dan Percaya Diri Tanpa Sponsorship”. Robi Suryanto (17), siswa kelas 2 Jurusan Akuntansi SMK Xaverius 1 Palembang, menyatakan keinginannya mendaftar penerimaan Polri begitu lulus SMK.

“Saya tahu dari media massa, mulai tahun ini penerimaannya benar-benar bersih. Artinya, harapan lulus sangat terbuka,” katanya.

Kepala Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS), Mitrinisno (48) yang juga hadir, menilai kampanye akbar dari Polda Sumsel memberikan edukasi positif pada anak-anak sekolah.

“Minat anak menjadi anggota Polri makin tinggi. Mereka semakin percaya diri untuk mendaftar,” kata Mitrisno. Alumni SONS sendiri, lanjutnya, sudah banyak yang masuk polisi. Tahun 2014 lalu, ada 5 yang sudah jadi polisi.

“Tahun 2016, ada dua alumni yang sudah melapor ke saya bahwa dirinya lulus masuk polisi. Saya tentu akan semakin mendorong anak didik saya menjadi anggota Polri,” tukasnya.

Pada kampanye akbar tersebut, juga ditampilkan testimoti para lulusan Akpol, Bintara, Tamtama, didampingi orangtua masing-masing. Bripda Bayu Arsyifa Rahmadi, lulusan terbaik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumsel tahun ini.

Katanya, kunci lulus masuk polisi hanya mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental. Kemudian terus belajar untuk meningkatkan kemampuan akademik.

“Jangan lupa minta doa restu dari orang tua. Masuk polisi, tidak ada sepeser pun uang yang keluar. Kecuali berkas pendaftaran yang saya fotokopi di tempat fotokopi,” akunya.

“Anak saya masuk Polri hanya dengan doa. Tanpa biaya. Sudah kami buktikan sendiri,” timpal Abimanyu, sang ayah. Begitu juga testimoni Bripda Yolanda. Bahkan, dia tak kuasa menahan tangis ketika diminta menceritakan bagaimana cara dia lulus masuk polisi.

Dia terbawa emosi ketika mengenang almarhum ayahnya yang telah meninggal dunia. “Ibu saya tak pernah berhenti memotivasi saya,” ujarnya.

“Niat dan doa menjadi kunci awal saya masuk Akpol,” timpal Muhammad Amar Edwin, Taruna Akpol. Di sisi lain, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan Wakapolda Brigjen Pol Asep Suhendar, harus rela menjadi “korban” antusias siswa dan “sasaran” selfie dan wefie mereka.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto memastikan rekrutmen Polri tahun ini benar-benar Clean and Clear. “No Suap, No Pungli”. Juga tidak ada istilah titipan pejabat. Ditegaskannya, tidak usah terpengaruh oleh oknum yang menjanjikan bisa membantu masuk jadi polisi. “Saya akan tindak tegas jika ada seperti itu,” katanya.

Pengawasan yang dilakukan, lanjut mantan Kakorlantas Polri, sangat ketat. Baik dari pengawas internal maupun eksternal. Pesan alumni Akpol 1987 itu, percaya pada kemampuan diri sendiri.

Polri ingin mencari polisi yang Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter). “Yang penting, terus belajar dan berusaha mempersiapkan fisik dan mental sebaik mungkin,” pungkas suami dari Winny Charita. (vis/air/ce1)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top