Penyebab Boiler Meledak di PLT Nii Tanasa Belum Diketahui – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Penyebab Boiler Meledak di PLT Nii Tanasa Belum Diketahui

Kapolres Kendari, AKBP Sigid Haryadi

kendaripos.fajar.co.id–Penyebab boiler meledak di PLT Nii Tanasa, Kecamatan Lalonggasumeetro, Konawe masih misteri. Penyidik Polres Kendari masih melakukan penyelidikan. Sejauh ini enam saksi diminta keterangan penyidik. Bahkan Polres Kendari menurunkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel yang dipimpin Wadir Labfor Polda Sulsel, AKBP Kartono.

Tim yang didampingi Kasatreskrim, AKP Yunar HP Sinarit, Kaur Bin Ops, Iptu Abdul Haris dan beberapa personel Reskrim Polres Kendari serta Polsek Lalonggasumeeto mulai bekerja sejak Selasa lalu. Soal apa hasil penyelidikan polisi, tim Labfor Polda Sulsel dan pemeriksaan enam saksi terkait ledakan boiler itu, Kapolres Kendari AKBP Sigid Hariyadi SIK belum dapat menjelaskan secara detail.  Sigid mengungkapkan penyidik dan tim masih bekerja untuk mencari tahu penyebab ledakan. Enam saksi dari karyawan PT Hutama Karya yang ditunjuk mengerjakan boiler itu masih diperiksa.

“Intinya kami masih menunggu bagaimana kesimpulan tim Labfor. Kalau saksi sudah kita periksa,” ujar AKBP Sigid Hariyadi.
Pengganti AKBP Ilham Saparona itu enggan berspekulasi terkait penyebab ledakan boiler di PLTU, apakah kelalaian pekerja atau kondisi boiler yang tidak baik. Dia masih menunggu hasil olah TKP tim Labfor yang masih mengumpulkan sampel. “Rencananya, dua atau tiga hari tim melakukan olah TKP baru akan meneliti dan akan menyimpulkan apa penyebabnya,” tambah AKBP Sigid Hariyadi.

Sampai saat ini, pihak PLTU Nii Tanasa dan PT Hutama Karya enggan memberi keterangan atas peristiwa meledaknya boiler tersebut. Pihak manajemen terkesan menghindari wartawan. Saat dikonfirmasi Selasa lalu, sekuriti yang bertugas di PLTU melarang wartawan meliput. “Jangan meliput disini. Ini pesan bos kami yah,” ujar Hasanuddin, salah seorang sekuriti.

Hasanuddin menirukan instruksi pimpinannya bahwa tidak akan memberikan keterangan apapun kepada media. Karena pekerjaan boiler yang baru akan beroperasi itu adalah domain pihak PT Hutama Karya. “Saya hanya menyampaikan apa yang diberitahukan pimpinan saya,” tambahnya.

Pantauan koran ini, aktivitas di PLTU berjalan normal. Karyawan tetap bekerja. Berbeda halnya dengan pekerja PT HK, tidak melakukan aktivitas karena perintah dari manager PT HK, Rahman Rustandi. Bahkan Rahman menyuruh salah seorang sikuritinya untuk menjaga wartawan agar tidak masuk kedalam wilayah PLTU di lokasi ledakan. “Pak manager suruh saya jaga wartawan jangan sampe masuk katanya,” ujar Hasanuddin menirukan instruksi pimpinannya. Sementara itu, tiga korban yakni, Nasrun, Janah dan Rikar yang mengalami luka bakar di seluruh tubuhnya karena ledakan boiler 3 PLTU Nii Tanasa masih menjalani perawatan medis di RSUD Kota Kendari. (ade/kmr)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top