Siswi SMK Hamil, Mahasiswa Ini Kabur – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Siswi SMK Hamil, Mahasiswa Ini Kabur

Ilustrasi

kendaripos.fajar.co.id–Siswi salah satu SMK di Kota Tasikmalaya diduga menjadi korban pencabulan. Bunga (bukan nama sebenarnya) mendatangu Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tasikmalaya. Dia melapor telah disetubuhi pasangannya.

Gadis berusia 17 tahun itu telah disetubuhi pacarnya, Rn (22), salah seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kota Tasikmalaya. Pelaku sudah 3 kali menggauli, di salah satu rumah di Perum Rancabungur Desa Cilampunghilir Kecamatan Padakembang dan sekali di Perum Kencana Raya di Desa Ciknir Kecamatan Singaparna.

Saat ini korban asal Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya itu tengah hamil delapan bulan. Hal tersebut dibeberkan oleh paman korban, Boger (nama samaran). Pria berusia 36 tahun ini menyebut keponakannya mengenal Rn melalui Facebook pada Agustus 2016 lalu. Mereka pun berpacaran.

BACA JUGA :  Mau Subur? Rajinlah Makan Ini

Setelah berpacaran, pelaku asal Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya itu mengajak Michelle ke rumah pamannya di Perum Rancabungur. Dalihnya untuk belajar. Sampai di rumah, korban dipaksa agar mau disetubuhi oleh pelaku. Bila tidak, pelaku akan menyebar informasi di Facebook bahwa korban sudah ditidurinya.

Dengan ancaman itu, terang Boger, korban akhirnya terpaksa mengikuti nafsu birahi pelaku. Akibatnya, setelah empat kali disetubuhi korban hamil delapan bulan.

Keluarga Bunga, kata dia, sebenarnya sudah ada iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan mediasi agar Rn mau menikahi keponakannya. Namun, pelaku tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya.

BACA JUGA :  Mau Subur? Rajinlah Makan Ini

“Kami terpaksa melaporkannya ke pihak kepolisian. Pertama laporan ke Polsek Tasikmalaya Kota pada Jumat (17/3). Namun dilimpahkan ke Polres Tasikmalaya. Karena kejadiannya terjadi di kabupaten,” terangnya kepada wartawan.

Pihak Bunga, ungkap dia, sudah sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini ke ranah hukum. “Masa depan keponakan saya hancur dan hak-haknya dia untuk sekolah sampai kuliah hancur,” sesalnya.

Bunga kata dia, sudah keluar dari sekolahnya. Dia trauma. Bahkan tidak mau keluar rumah. “Seringkali mengurung diri di kamar dan tidak mau keluar rumah. Sering nangis tidak jelas,” katanya.

BACA JUGA :  Mau Subur? Rajinlah Makan Ini

Sementara itu, kemarin, Unit PPA Polres Tasikmalaya masih mengumpulkan keterangan dari pelapor dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus pencabulan yang menimpa korban.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Nugroho Arianto mengatakan pengawasan keluarga sangat penting untuk mencegah anak-anaknya yang masih di bawah umur dari pelaku-pelaku pencabulan. Penggunaan-penggunaan media sosial pun harus dikontrol. Pihaknya sudah beberapa kali menerima delik aduan kasus asusila terhadap anak di bawah umur. “Alhamdulillah sudah banyak yang telah diungkap,” jelasnya. (dik/yuz/JPG)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top