Penilaian KPK dan PPATK, Jadi Penentu 54 Suara Menteri di Pilrek UHO – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Edukasi

Penilaian KPK dan PPATK, Jadi Penentu 54 Suara Menteri di Pilrek UHO

Tiga calon rektor Prof Buyung Sarita (kiri), Dr Zamrun (tengah) dan Prof La Sara. (Foto : Emilia)

KENDARIPOS.CO.ID–Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muh Nasir, tak ingin keliru dalam menyalurkan suaranya pada pemilihan rektor UHO, 23 Maret nanti. Makanya, dia menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menilai rekam jejak (track record) ketiga calon rektor (calrek) tersebut. Masukan dari dua lembaga negara ini bakal menjadi pertimbangan untuk memberikan hak suaranya sebesar 35 persen atau yang mencapai 54 suara.

BACA JUGA :  23 Maret Penentuan Rektor Terpilih

Adanya pelibatan dua lembaga eksternal dalam menilai calrek disampaikan Ketua Panitia Pilrek UHO, Prof Hilaluddin Hanafi. Dirinya mendapat informasi itu dari pihak Kemenristekdikti. “Penilaian dari KPK dan PPATK akan menjadi pertimbangan dalam menyalurkan hak suaranya,” ujar Prof Hilaluddin saat dihubungi dari Jakarta.

Lebih jauh dia menjelaskan, soal kemana suara menteri yang mencapai 54 suara belum bisa dipastikan distribusinya. Hanya saja, berdasarkan pengalaman di universitas lain, suara menteri ada yang diberikan utuh pada salah satu calon, dibagi rata atau salah satu lebih banyak ketimbang lainnya. “Sulit diprediksi. Yang pasti, penilaian KPK dan PPATK bisa menjadi faktor penentu,” jelasnya.

BACA JUGA :  Ada Pro Kontra Pj Rektor UHO Dijabat Prof Supriyadi

Mengenai kemungkinan ada lobi dengan menteri, menurut dia cukup sulit. Sebab, dia sudah mengingatkan kepada calrek untuk tidak lakukan itu. “Sekarang sangat ketat. Sulit tembus lobi ke kementerian. Informasinya seperti itu,” katanya. (dan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top