Hmm….Menteri Nyentrik ini Panen Udang di Kolaka – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Sulawesi Tenggara

Hmm….Menteri Nyentrik ini Panen Udang di Kolaka

kendaripos.fajar.co.id KOLAKA- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengunjungi Kolaka, Senin (20/3). Menggunakan pesawat pribadi, menteri nyentrik ini tiba di Bandara Sangia Nibandera sekira pukul 11.00 Wita. Dia didampingi Bupati Kolaka, H Ahmad Safei dan Anggota DPR RI, Khaerul Saleh melanjutkan perjalanan untuk panen udang Vaname di Desa Towua, Kecamatan Wundulako.

Sekira pukul 13.00 Wita, Susi tiba di lokasi panen udang. Dengan mengenakan baju kaos lengan panjang dipadu rok orange dan sepatu kets hitam, ia langsung menuju salah satu tambak dan melakukan panen udang vaname. Setelah itu dilanjutkan dengan tatap muka dengan pejabat Kolaka dan petani.

Dalam sambutannya, Susi mengatakan, udang vaname mempunyai penyakit bawaan yang muncul tiba-tiba dan tidak dapat diketahui kapan menyerang. Untuk itu, ia menghimbau kepada petani agar melakukan rotasi dalam melakukan budidaya udang. “Di negara lain seperti Thailand dan India, udang vaname itu habis karena terserang penyakit. Supaya hal yang sama tidak terjadi di Indonesia, maka jangan budidaya jenis vaname terus-menerus. Tapi setiap satu tahun diganti lagi dengan udang lokal atau udang windu agar kualitasnya bagus. Saya tahu kualitas udang bagus dan mana yang tidak baik, karena saya pernah jadi tukang bakul udang,” katanya disambut gelak tawa.

BACA JUGA :  10 Kapal Illegal Fishing Ditenggelamkan di Akhir Tahun

Dia juga pesan kepada nelayan supaya tidak menggunakan bahan kimia dalam proses budidaya. Alasannya, penggunaan kimia dapat merusak lingkungan dan juga berdampak pada pendapatan nelayan ke depan. “Penggunaan teodan dan kaporit itu dapat merusak lingkungan. Makanya saya sarankan jangan gunakan supaya lingkungan kita tetap terjaga,” katanya.

Lebih jauh Susi menjelaskan, warga tidak boleh membuang sampah ke sungai ataupun laut. Sebab hal itu dapat merusak lingkungan. Olehnya itu, ia menghimbau kepada BUMN untuk mengadakan program CSR pengolahan sampah di Kolaka. “Ayo BUMN bentuk program CSR pengolahan sampah. Volume sampah di laut itu sekarang 9 juta ton. Kalau tidak diolah, bisa-bisa nanti lebih banyak sampah daripada ikannya,” terangnya.

BACA JUGA :  Menteri Susi Tolak Mentah-Mentah Keinginan Nelayan Kendari, Kok Bisa ?

Selain meminta perusahaan BUMN untuk membuat program CSR, wanita yang kerap tampil energik itu juga meminta BUMN perikanan dan perbankan untuk bekerjasama dengan petani membuka tambak. “Disini kan ada bank BUMN, ayo petani kerjasama dengan bank dan koordinasi juga dengan BUMN perikanan. Setiap tahun 200 hektar yang sudah jadi. Tahun depan nanti saya akan pantau. Tolong bank BUMN dibantu petaninya dan bentuk kelompok,” ajaknya.

Susi juga sempat menyinggung tentang bom ikan yang marak terjadi di Indonesia. “Di Raja Ampat terumbu karangnya rusak karena di bom. Katanya, pelakunya orang Sulawesi. Saya ke Labuan Bajo juga begitu. Dimana-mana terumbu karang rusak gara-gara di bom sama orang Sulawesi. Orang Sulawesi terkenal pelaut, tapi juga terkenal tukang bom terumbu karang,” tuturnya dan lagi disambut tawa pejabat dan warga yang hadir.

“Kalau bapak-bapak tangkap satu orang tukang bom ikan, saya kasih satu exavator untuk buat tambak. Kalau tidak ada lagi tukang bom ikan, saya kasih lima exavator. Tolong Dandim dan Kapolres bantu warga Kolaka dapat exavator,” jelasnya.

BACA JUGA :  Menderita Tumor Tulang, Menteri Susi Bawa Nelayan Wakatobi Berobat ke Jakarta

Agar nelayan dapat bekerja lebih maksimal, Susi menghimbau nelayan supaya daftar asuransi. Sebab, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka keluarganya dapat santunan. “Kalau nelayan dapat musibah di laut dan meninggal, dia dapat Rp 200 juta. Kalau kecelakaan di darat dan meninggal, dapat Rp 150 juta. Dan kalau cacat permanen dapat Rp 100 juta. Itu untuk nelayan yang murni kecelakan, tapi kalau karena membom tak dapat apa-apa,” jelasnya.

Bupati Kolaka, H Ahmad Safei berharap, dengan kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan di Bumi Mekongga dapat berdampak bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya petani tambak. “Kami berharap ada dukungan dari pemerintah pusat. Karena potensi udang di Kolaka sangat besar. Kalau dikembangkan bisa menyedot tenaga kerja dan dapat menghasilkan devisa bagi Indonesia. Karena udang ini komoditi ekspor,” tukasnya. (b/fad)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top