Puluhan Tahun, Warga Masaloka di Bombana Belum Nikmati Listrik – Kendari Pos Online
Koni Sultra
Iklan DPRD
Bombana

Puluhan Tahun, Warga Masaloka di Bombana Belum Nikmati Listrik

KENDARIPOS.CO.ID–Warga Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya, Kabuoaten Bombana, sudah lama mengharapkan fasilitas penerangan listrik dari PLN. Namun sejak daerah itu terbentuk puluhan tahun lalu, mereka belum bisa merasakan listrik dari perusahaan negara itu. Sebanyak 3.522 penduduk di pulau yang hanya berjarak 26,5 kilometer dari Rumbia, ibu kota Bombana itu, hanya mengandalkan genset milik desa dan lampu minyak sebagai penerangan mereka.

Camat Kepulauan Masaloka Raya, Haziruddin mengatakan, ribuan warga di pulau dengan luas wilayah 2,66 kilometer persegi atau 0,08 persen dari total luas Kabupaten Bombana, memang sudah lama mendambakan fasilitas listrik dari PLN sebagai penerangannya. Namun sejak Masaloka masuk dalam wilayah Kabupaten Buton hingga menjadi otorita di Bombana, fasilitas listrik dari PLN masih menjadi mimpi.

BACA JUGA :  52 Perusahaan AS Minati Program 35.000 MW

Menurut Haziruddin, akibat belum masuknya listrik dari PLN ini, berbagai aktivitas penduduk di Kepulauan Masaloka Raya serba terbatas. Selain itu, berbagai hal yang membutuhkan fasilitas listrik sebagai sumber energi, tidak bisa dinikmati warganya. “Memang serba terbatas kita berbuat, kalau tidak ada listrik dari PLN. Masalah seperti itu sudah dirasakan warga di sini (Masaloka) sejak puluhan tahun lalu sampai sekarang,” katanya.
Camat Kepulauan Masaloka Raya ini maklum dengan tidak masuknya listrik di wilayahnya. Permasalahan disebabkan karena infrastruktur yang tidak mendukung. Sebab Masaloka Raya tidak menyatu atau terpisah dari daratan Rumbia. Namun begitu, masalah ini sudah bisa diatasi. Sebab tahun lalu, Pemkab Bombana telah membangun jaringan PLN dari daratan Rumbia menuju daratan Masaloka. Namun sayang, hingga kemarin, fasilitas tersebut belum direalisasikan karena tak difungsikan.

BACA JUGA :  Biaya Admin Token Listrik Bebani Warga Miskin

Kepala Desa Batulamburi, Kecamatan Masaloka Raya, Jaharuddin menambahkan, dari lima desa di kepulauan tersebut memang belum menikmati listrik dari PLN. Namun sejak lima tahun lalu, fasilitas penerangan lampu tradisional mulai berkurang. Sebab, masing-masing desa sudah membeli mesin genset sebagai fasilitas penerangan mereka. Hanya saja, waktu penerangannya sangat terbatas. Mesin genset hanya dinyalakan malam hari, mulai pukul 18.00 hingga pukul 23.00 Wita. “Jadi setiap malam hanya lima jam menyala. Setelah itu dipadamkan dan penerangan dilanjutkan dengan lampu teplok,” ungkapnya. (nur)

BACA JUGA :  Siap-Siap!! Juni, PLN Jadwalkan Cabut Subsidi 18 Juta Pelanggan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top