Hutan di Kolut dan Buton Paling Banyak Dirusak – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

Hutan di Kolut dan Buton Paling Banyak Dirusak

kendaripos.fajar.co.id–Kondisi hutan di Sultra sudah sangat mengkhawatirkan. Dinas Kehutanan Provinsi Sultra mengklaim kondisi hutan saat ini rusak. Luasan hutan rusak terus bertambah dari tahun ke tahun. Bahkan masyarakat mulai merasakan dampak negatif dari kerusakan hutan itu. Beberapa kabupaten justru sudah menjadi langganan banjir tahunan.

Dinas Kehutanan Sultra merilis lebih dari 300 ribu hektar hutan di Sultra telah masuk kategori kritis. Bahkan 35 ribu hektar diantaranya disebut sangat kritis. Data tersebut diambil tahun 2014 lalu dan akan diperbaharui setiap lima tahun.

Dari 17 kabupaten/kota, delapan daerah yang sebaran hutan rusak mencapai ribuan hektar. Hutan di Kolut paling banyak, yakni mencapai 6.936 hektar. Disusul, Buton sekira 5.607 hektar, Muna 4.199 hektar, dan Konsel 3.696 hektar. Lalu luasan hutan kritis di Koltim sekira 3.258 hektar, Kolaka sebanyak 3.527 hektar, Bombana mencapai 2.546 hektar dan Konut kurang lebih 2.046 hektar. Adapun hutan kritis di Kota Kendari paling sedikit, yakni hanya 195 hektar. (Lihat grafis).

BACA JUGA :  Prihatin Kondisi Hutan, Menteri BLH Akan Berkunjung ke Sultra

Kepala Dinas Kehutanan Sultra, Rusbandriyo membenarkan data tersebut. Diakuinya kondisi kehutanam di Sultra sudah harus menjadi perhatian semua pihak. Bila tidak ada gerakan antisipasi dari semua elemen masyarakat maka dampak negatifnya akan terus bertambah. “Hutan itu terbagi dua. Ada hutan dalam kawasan dan ada yang diluar kawasan. Nah yang saat ini kita bahas data dalam kawasan penduduk, memang besar tingkat kekritisannya,” ujar Rusbandriyo di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

BACA JUGA :  Prihatin Kondisi Hutan, Menteri BLH Akan Berkunjung ke Sultra

Dinas Kehutanan Sultra, kata Rusbandriyo sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melakukan reboisasi di titik-titik kritis. “Reboisasi wewenang pusat dan kami sudah koordinasikan. Nanti ada tim dari pusat yang turun melihat,” tambahnya.
Dia juga membenarkan jika penyebab kerusakan hutan itu yakni pembalakkan liar dan aktivitas pertambangan. Makanya saat ini mereka lebih ketat mengeluarkam izin pinjam pakai hutan pada investor. “Harus bersedia melakukan reboisasi setelah menambang. Itu syaratnya dan diatur dalam Undang-Undang,” jelas Rusbandriyo.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemprov Sultra, Lukman Abunawas juga membenarkan kondisi rusaknya hutan di Sultra. Olehnya itu ia menghimbau seluruh instansi terkait untuk bahu membahu menjaga dan menyelamatkan hutan. “Memang ada beberapa kabupaten yang hutannya cukup kritis. Dinas kehutanan harus melakukan upaya-upaya pencegahan supaya tidak bertambah dan melakukan reboisasi pada hutan gundul itu,” pintanya. Untuk diketahui luas hutan di Sultra sebanyak 2,33 juta hektar yang terdiri dari hutan produksi, hutan lindung dan hutan konservasi. (elyn)

BACA JUGA :  Prihatin Kondisi Hutan, Menteri BLH Akan Berkunjung ke Sultra

Persebaran Hutan Sangat Kritis di Sultra

Kabupaten/Kota Luas (Ha)

Kolut 6.936 hektar
Buton 5.607 hektar
Muna 4.199 hektar
Konsel 3.696 hektar
Koltim 3.258 hektar
Kolaka 3.527 hektar
Bombana 2.546 hektar
Konut 2.046 hektar
Butur 612 hektar
Bau-Bau 653 hektar
Wakatobi 371 hektar
Konkep 350 hektar
Kendari 195 hektar

Sumber : Dinas Kehutanan Sultra

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top