Menristek Belum Tentukan Dukungan – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
HEADLINE NEWS

Menristek Belum Tentukan Dukungan

# Suaranya Mungkin Didelegasikan #

KENDARIPOS.CO.ID, Jakarta –Pelaksanaan Pemilihan Rektor UHO yang menghasilkan tiga kandidat utama, sudah dilaporkan ke Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti). Dr Muh Zamrun, Prof Buyung Sarita dan Prof La Sara yang bakal berlaga di putaran kedua Pilrek, kini menunggu dan berharap bakal mendapatkan dukungan 35 persen suara menteri, agar mulus menuju kursi UHO 1.

Hanya saja, ke calon siapa Menteri akan memberikan suaranya, itu tentu masih teka-teki. Bahkan, untuk datang langsung ke UHO, 23 Maret nanti saat digelarnya Pilrek putaran kedua, belum dikonfirmasi. “Mungkin Menteri akan mendelagasikan proses ini ke salah satu pejabat eselon di Kementrian. Tapi bisa saja juga Menristek yang hadir langsung,” kata ujar Inspektorat Jendral Kemenristekdikti,  Jamal Wiwoho kepada Kendari Pos, kemarin (17/3).

BACA JUGA :  Tahapan Diulang, Pilrek UHO Digelar 14 November

Menurut Jamal, Menteri memang biasanya memberikan kuasa kepada pejabat eselon satu atau dua untuk menyalurkan suara di ajang pemilihan pimpinan perguruan tinggi di Indonesia. apalagi, dalam Permenristek Dikti, sudah diatur hal semacam itu dimana dilegalkan untuk memberi kuasa kepada salah satu pejabat utama menyalurkan suara Menristek.

Karena UHO berstatus Badan Layanan Umum (BLU) diantara 23 Perguruan Tinggi lainnya, kata dia itu tidak ada ketentuan yang jelas. Jadi saat tahap penyaluran suara menteri,  kata dia menteri bisa mendelegasikan kepada pejabat yang diberikan kuasa untuk menyalurkan suara. “Pak menteri bisa memberikan kuasa kepada pejabat. Jadi tidak harus menteri yang turun langsung menyalurkan suaranya,” tandasnya.

BACA JUGA :  Begini Skenario Peluang Jadi Rektor di UHO

Jamal menjelaskan, dirinya belum memastikan apakah menteri memberikan suaranya kepada satu calon atau dibagikan ke semua calon. “Saya tidak tahu, yang jelas Permen Ristekdikti memberikan legalitas kepada menteri untuk menyalurkan suara 35 persen pada pilrek. Entah itu dibagi-bagi atau keseluruhan, hak sepenuhnya ada di Pak Menteri, “tandasnya.

Ia tidak menapik bila ia juga memungkinkan diutus untuk menyalurkan suara menteri. Karena itu sepenuhnya kewenangan menteri untuk memberikan kuasa kepada pejabat. Soal penilaian menteri kepada calon untuk memberikan suaranya, kata dia menteri tentunya punya kriteria tersendiri dan memiliki pandangan. Pastinya menteri ingin calon yang bisa membangun UHO menjadi lebih baik.

Seperti diketahui, hasil penjaringan tiga besar Pilrek UHO memunculkan tiga akademisi hebat kampus itu yang dipilih 101 anggota senat. Dr Muh Zamrun meraih 40 suara dukungan, lalu Prof Buyung Sarita unggul dengan 43 suara, sementara Prof La Sara, meski hanya mengantongi 9 suara dukungan tapi ia lolos ke tiga besar, karena kandidat lainnya tak ada yang melebihi angka 9.

BACA JUGA :  Lima Balon Rektor Kembalikan Berkas, Pilrek UHO Penuhi Syarat

Peluang ketiganya juga sama besarnya untuk bisa menjadi Rektor UHO (lengkapnya lihat grafis). Tapi kecenderungan saat ini hanya ada di dua figur yakni Dr Zamrun dan Prof Buyung Sarita. Bila Menteri nanti membagi rata suaranya yang 35 persen, maka pemenang hanya akan lahir dari dua nama itu, sepanjang bisa memanfaatkan 9 suara tak bertuan yang memilih orang lain saat proses Pilrek putaran pertama.(dan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top