Tiga Besar Calrek UHO Ditetapkan. Pak Menteri Dukung Siapa Ya…. – Kendari Pos Online
Koni Sultra
Iklan DPRD
HEADLINE NEWS

Tiga Besar Calrek UHO Ditetapkan. Pak Menteri Dukung Siapa Ya….

KENDARIPOS.CO.ID KENDARI– Dr Muhammad Zamrun sama sekali tidak menyiratkan kerisauan di wajahnya begitu proses penghitungan suara penjaringan tiga besar calon rektor UHO tuntas. Calon Rektor UHO yang saat Pilrek Juni lalu mengantongi 63 suara itu, dukungannya mendadak anjlok hingga tersisa 40 suara saja. Sedangkan pesaingnya, Prof Buyung Sarita yang dulu hanya meraih 32 suara dukungan senat, kali ini malah jadi “pemenang”, dengan 43 suara.

Selain keduanya, empat calon rektor UHO lainnya yang kemarin (16/3) diseleksi oleh senat menuju tiga besar, dukungannya relatif kecil. Prof La Rianda, yang dulu masih bisa mengantongi dukungan 12 suara, kali ini kalah bersaing. Ia hanya didukung 4 anggota senat. Ia pun tersingkir dari perebutan kursi UHO 1 karena diungguli Prof La Sara yang berhak atas posisi ketiga dengan dukungan 9 suara.

“Ini kan belum selesai. Masih ada pemilihan ulang, termasuk ada suara Pak Menteri (Menristekdikti). Ini baru awal, dan tidak ada yang istimewa. Proses masih panjang, masih ada 1 Minggu lagi, saya tetap optimis (terpilih jadi rektor UHO,” kata Dekan Fakultas MIPA UHO ini. Ia mengaku tidak akan menyiapkan langkah-langkah istimewa untuk meraih kemenangan nanti.

Terkait jumlah dukunganya yang menyusut, menurut Dr Zamrun, itu hal yang wajar. Apalagi jumlah anggota senat yang memilih sudah berubah, yakni jika sebelumnta ada 117 suara kini hanya 101, itupun hanya 99 orang yang menyalurkan hak suaranya. Yang pasti, meski dukungannya lebih sedikit dari calon nomor urut 2, Zamrun tetap yakin bisa terpilih.
Kemarin, Panitia Pilrek UHO akhirnya menetapkan 3 besar calon rektor yang diawali dengan proses pemberian suara dukungan dari 99 anggota senat yang hadir kepada enam kandidat rektor. Penjaringan dilakukan di ruang rapat senat UHO. Hasilnya, Prof Buyung Sarita meraih dukungan terbanyak dengan 43 suara disusul Dr Zamrun dengan 40 suara dan Prof La Sara dengan 9 suara. Sedangkan tiga lainnya, yakni Prof La Rianda hanya meraih 4 suara, Prof Aslan 2 suara dan Prof Nurlansi yang nihil.

BACA JUGA :  Enam Guru Besar "Perang" Gagasan di Visi Misi Calrek UHO

Hasil penjaringan tiga besar Calrek UHO itu kemarin langsung dibawa ke Jakarta untuk dilaporkan kepada pihak Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenritek Dikti). “Sore ini (kemarin, red) langsung dibawa oleh anggota senat ke Kementerian untuk dilaporkan, sekaligus kami menyampaikan undangan pemilihan jilid II pada tanggal 23 Maret nanti, kata Ketua Senat UHO, Aminuddin Mane Kandari usai proses penjaringan.

Setelah, pemilihan shift pertama telah dilakukan, senat direncanakan akan kembali melakukan pemilihan shift kedua yang rencana akan dilakukan pada 23 Maret 2017. Pemilihan shift kedua yang tetap akan dilakukan oleh anggota senat plus Menristek Dikti atau perwakilannya. “Disitulah akan ditentukan siapa yang akan menjadi rektor UHO,” kata Aminuddin.
Meski senat sudah memilih tanggal 23 Maret sebagai jadwal Pilrek edisi kedua, tapi masih bisa bergeser karena nanti menyesuaikan dengan waktu dari Kementrian atau perwakilannya kapan ada kesempatan untuk hadir ikut dalam pemilihan. “Kami di UHO hanya menyesuaikan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pilrek UHO Mengerucut ke Tiga Calon

Aminuddin menegaskan, tiga orang yang terpilih sebagai Calrek ini sama-sama punya peluang jadi Rektor meski dari komposisi suara ada yang lebih kecil dan ada yang unggul. Tapi menurutnya itu bukan jaminan karena semua masih dapat berubah. Prosesnya nanti tetap akan dimulai dari awal, tapi hanya diikuti 3 Calrek yang sudah dijaring saja.

“Masih ada pemilihan kembali yang akan dilakukan oleh anggota senat dan Menteri dengan komposisi suara, 101 suara anggota senat dan 35 persen suara Menteri. Calon yang unggul dalam perolehan suara dan terbebas dari rekam jejak yang buruk dan pemeriksaan Kementerian tersebut akan menjadi rektor definitif UHO kedepan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa, proses rekam jejak akan dilakukan oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan lembaga lainnya. “Lembaga-lembaga itu nantinya akan menulusuri rekam jejak 3 besar calon rektor UHO saat ini. Kemenangan itu ada pada pemilihan set kedua. Kemudian, kalau ditemukan rekam jejak yang buruk meski telah dilantik maka akan dibatalkan dan proses Pilrek akan diulang lagi,” tuturnya.

Ditanyakan soal suara menteri yang sampai 35 suara, Aminuddin mengatakan bahwa itu adalah hak prerogatif kementrian. Meski begitu dalam memberikan suaranya, Menteri pasti akan mempelajari pemaparan visi misi dan juga rekam jejak masing-masing calon rektor. “Saya itu tidak tahu akan kemana suara Kementrian. Yang jelas, pasti terlebih dahulu melakukan diskusi dan mempelajari apa yang telah ditawarkan dalam visi misi setiap calon. Suara menteri juga bisa diberikan kepada satu orang utuh, atau bisa dibagi rata kepada semua kandidat,” kata Aminuddin.

BACA JUGA :  Lima Balon Rektor Kembalikan Berkas, Pilrek UHO Penuhi Syarat

Sementara itu, Prof La Sara yang muncul sebagai peraih suara terbanyak ketiga, juga percaya bahwa peluangnya menjadi Rektor UHO belum tertutup. Meski hanya punya 9 suara dukungan, ia percaya di pemilihan putaran kedua, kondisi bisa berubah. “Saya tetap optimis. Jangankan tahapan kedua, 4 tahun kedepan saya juga masih tetap siap untuk mengikuti Pilrek. Proses kedepan akan tetap kita jalani dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Prof La Rianda yang mendapatkan 5 suara telah mengaku menerima semua proses yang telah dilewatinya. Menurutnya, proses yang telah berjalan selama ini telah dilakukan dengan baik. “Proses dari pendaftaran hingga penjaringan saat ini adalah proses yang baik. Proses ini membuktikan demokrasi baik telah diciptakan di UHO dalam Pilrek UHO,” katanya.

Soal dukungan sendiri, ia mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada anggota senat yang telah mendukunganya. “Sekarang saya bukan lagi anggota senat. Jadi, saya tidak bisa mendukung, sedangkan yang mendukung saya, sepenuhnya itu tergantung yang bersangkutan kepada siapakah suara mereka akan diberikan pada putaran kedua,” pungkasnya. (p19/yog)

1 Comment

1 Comment

  1. M. Endi Darmawan

    19 Mar 17 09:55 at 09:55

    Harapanya, Universitas Halu Oleo tidak dijadikan dinasti atau kerajaan yang turun-temurun sehingga hanya menguntungkan satu golongan sedangkan golongan yang lainya tidak diperhitungkan.
    Siapapun yang naik, kami sebagai mahasiswa tetap akan mendukung rektor difinitif yang sudah sah dalam Undang-Undang. Pokoknya UHO yang lebih baik tanpa adanya kebohongan dan Pilih Kasih..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top