Gunung Mekongga “Sandera” Empat Pendaki – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
HEADLINE NEWS

Gunung Mekongga “Sandera” Empat Pendaki

KENDARIPOS.CO.ID LASUSUA — Entah bagaimana nasib empat orang anak-anak muda dari Kota Kendari yang saat ini ada di belantara hutan di Gunung Mekongga, Kolaka Utara. Yang pasti, saat ini mereka tengah menanti pertolongan tim Basarnas yang sedang melakukan penjemputan. Keempat orang itu rupanya keletihan hingga tak bisa lagi turun gunung. Sejak Rabu (8/3) mereka masuk kawasan itu, tapi belum pulang sampai kemarin.

Untung saja, mereka punya dua orang kawan yang masih cukup kuat untuk mencari pertolongan. Lili Angga dan Rahim, dua pendaki yang bisa sampai ke kampong terdekat dan memberi kabar ke Basarnas Kolaka soal adanya empat pendaki yang “tersandera” di Gunung Mekongga. Informasi itulah yang menyebar hingga sampai ke Mapolsek Rante Angin.

BACA JUGA :  Jasad Dua Pendaki Gunung Mekongga Berhasil Dievakuasi

Empat orang yang kini tersandera di gunung yang berketinggian 2.620 meter dari permukaan laut itu masing-masing benama Khairat (25), dan Edy Mulyadi (27) yang merupakan warga Wua-wua. Lalu ada La Ode Mutassir (27) asal Andounohu dan Toto (20) bertempat tinggal di kampus baru, Kendari. Keempatnya memutuskan menanti pertolongan saja, karena sudah tak bisa lagi memaksakan diri untuk turun gunung.

Kapolsek Rante Angin, Iptu Muhammad Saleh, S.M Kepada Kendari Pos menerangkan, informasi ini pertama kali diterima dua anggota Basarnas Kolaka yakni A.M Akbar bersama Juhasmin yang kemudian berangkat menuju Kolut dan berkordinasi ke Instansinya guna melakukan pendampingan menuju lokasi. “Mereka (Basarnas, red) tiba pukul 18.15 wita (sore kemarin) hingga kami lagsung menggelar rapat,” tuturnya.

BACA JUGA :  Hipotermia Ringan, Dua Pendaki Gunung Mekongga Ditemukan

Selain personil Basarnas yang terdiri sembilan orang tersebut didampingi anggotanya serta seorang warga setempat bernama Igo menuju ke TKP semalam. Sementara itu untuk rombongan kedua akan diberangkatkan hari ini menyusul menuju puncak pegunungan yang membentang di dua kabupaten bertetangga itu.

Rupanya, keberangkatan enam orang tersebut yang memulai perjalanan di Desa Tinukari Kecamatan Rante Angin sejak Rabu lalu tanpa kordinasi atau pemberitahuan secara lisan maupun tertulis kepada pihak Basarnas, petugas kepolisian maupun aparat setempat. Belum diketahui posisi keberadaan mereka sebenarnya apakah masih di puncak atau salah satu pos diantara delapan pemberhentian yang ada.

BACA JUGA :  Cuaca Buruk, Jasad Dua Pendaki Asal Kota Kendari Masih Tertahan di Gunung Mekongga

“Kami sayangkan karena tidak kordinasi ke sana (gunung). Jika tidak ada yang kembali kan tidak ada yang tahu,” ujarnya menyayangkan. Pasalnya sambung Kapolsek, untuk menuju ke puncak Mekongga itu sendiri kurang lebih minimal menghabiskan empat sampai lima hari perjalanan. Pihak Basarnas telah membawa perlengkapan penyelamatan seperti tandu dan lainnya. Yang dicemaskan karena kondisi cuaca juga tidak mendukung dan kerap hujan mengguyur wilayah itu. “Saya rapat dulu dengan pihak basarnas nanti saya sampaikan kabar terbarunya,” pungkasnya. (rus)

4 Comments

4 Comments

  1. Muhammad Nursyamsi

    11 Mar 17 11:18 at 11:18

    maaf pak. sekedar perbaikan info saja. khairat itu pria, teman jalan saya waktu kuliah dulu. mohon diubah identitas perempuan, krn semua yg mendaki laki2 teman kampus saya. terima kasih

    • Admin

      13 Mar 17 11:08 at 11:08

      Terima kasih atas koreksinya. sudah kami koreksi

  2. opie

    12 Mar 17 11:26 at 11:26

    Salah satu pendaki bernama khairat berjenis kelamin laki2 bukan perempuan.

    • Admin

      13 Mar 17 11:08 at 11:08

      Terima kasih atas koreksinya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top