Empat KPU Tuntaskan Pleno, Ini Pemenangnya…. – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Empat KPU Tuntaskan Pleno, Ini Pemenangnya….

kendaripos.fajar.co.id KENDARI-Para pemenang Pilkada 2017 di berbagai daerah di Sultra akhirnya ditetapkan KPU, setelah menggelar pleno rekapitulasi suara kemarin. Hasilnya tidak berbeda jauh dengan data yang kini sudah terungkap ke publik dan bisa diakses di laman kpu.go.id. Hanya saja, sampai tadi malam baru ada empat daerah yang tuntas yakni Kota Kendari, Kolaka Utara, Buton, dan Muna Barat.

grafis kepala daerah oke

Suara Para Pemenang

Kota Kendari
* Pemenang : Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain (ADP-Sul)
* Suara : 62.019

Kolaka Utara
* Pemenang : Nur Rahman Umar-H Abbas 
* Suara : 35.303 Suara

Muna Barat
* Pemenang : LM Rajiun Tumada-Ahmad Lamani
* Suara : 26.121

Buton
* Pemenang : Umar Samiun-La Bakry
* Suara : 27.512

Bombana
* Pemenang : Tafdil-Johan Salim
* Suara : Masih Pleno

Buton Tengah
* Pemenang : Samahuddin-Lantau
* Suara : Pleno Belum Tuntas

Buton Selatan
Pemenang : Agus Hidayat-Arusani
Suara : Hari Ini Baru Pleno

Sedangkan di Bombana, sampai pukul 21.00 Wita, tadi malam baru menuntaskan rekapan di enam kecamatan di wilayhah Kabaena dan dilanjutkan tengah malam tadi hingga hari ini dan besok. Sedangkan di Buton Tengah, sampai pukul 21.00 Wita tadi malam baru menyelesaikan 5 dari tujuh kecamatan yang ada. Adapun Buton Selatan baru mengagendakan menggelar pleno hari ini, Kamis (23/2).

Lalu siapa pemenang di empat daerah yang sudah tuntas pleno? Seperti sudah diketahui, di Kota Kendari pemenangnya adalah pasangan Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain (ADP-Sul), di Kolaka Utara ada Nur Rahman-Abbas, sedangkan di Muna Barat adalah pasangan LM Rajiun-Ahmad Lamani dan di Buton, pasangan petahana Umar Samiun-La Bakry. Para pemenang itu kini tinggal menunggu ditetapkan sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih, bila tak ada gugatan di MK.

Di Kendari, proses rekap dimulai pukul 11.30 wita di Kantor KPU Sultra. Tiga saksi pasangan calon yang bertanding di Pilwali ikut hadir. Kotak suara yang pertama dibuka adalah Kecamatan Abeli disusul, Baruga, Kadia, Kambu, Kendari, Kendari Barat, Mandonga, Poasia, Puuwatu, dan Wua-Wua. Namun, saat rekapitulasi di tiga kecamatan awal, saksi pasangan Rasak-Haris dikeluarkan dari ruangan setelah diduga memicu kegaduhan di dalam ruangan pleno.

“Bahwa, pasangan calon walikota dan wakil walikota nomor urut 1, Abdul Rasak-Haris Surahman meriah suara 55.769 suara. Kemudian pasangan ADP-Sul punya perolehan suara sebanyak 62.019. sedangkan nomor urut 3, Mohammad Zayat Kaimuddin-Suri Syahriah Machmud, meriah 33.501 suara,” sebut Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Kendari, Ade Suerani saat membacakan SK penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara dan hasil Pilwali 2017.

Sementara itu, Koordinator Divisi Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, Zainal Abidin mengatakan penetapan calon terpilih akan dilakukan KPU, dari 8-10 Maret nanti. Itu kalau tidak ada gugatan. Tapi kalau ada gugatan yang masuk ke MK dalam tiga hari kedepan setelah penetapan suara ini, maka walikota terpilih baru bisa ditentukan setelah putusan MK,” jelasnya seusai pleno.

adanya saksi yang tidak mau meneken berita acara bahkan keluar dari ruang pleno, menurut Zainal itu tidak memengaruhi legalitas penetapan karena sahnya ini adalah tandatangan komisioner. KPU bahkan menganggap proses yang dilakukan kemarin tidak ada keberatan. Karena prosedurnya, harus disampaikan resmi dan meneken berita acara keberatan.

Di Buton, pasangan petahana Samsu Umar Abdul Samiun dan La Akry (Umar-Bakru) dinyatakan sebagai pemenang setelah meraih suara terbanyak yaitu, 27.512. Sementara “rivalnya”, bumbung kosong terpaut sekitar 5 ribuan suara karena hanya mendapat 22.065 suara. Kemenangan Umar-Bakry didulang dari lima dari tujuh kecamatan di Buton masing-masing dari Kapontori, Lasalimu, Lasalimu Selatan, Wabula dan Siontapina. Sementara di dua kecaatan yakni Pasarwajo dan Wolowa berhasil dimenangkan kotak kosong. Untuk diketahui, Pasarwajo adalah ibukota Buton.

Ketua KPUD Buton, Alimudin Sikuru mengatakan, pelaksanaan pleno hasil perolehan suara tersebut adalah bagian dari tahapan Pilkada. Dalam artian, pleno tersebut belum menjadikan yang bersangkutan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buton terpilih. Sebab, masi menunggu jangan sampai ada gugatan yang dilayangkan ke MK. “Tapi, selama ini, belum ada laporan kecurangan baik di tingkat KPPS maupun PPK. Ditambah lagi, saat pleno hasil perolehan suara yang disaksikan oleh saksi Paslon dan Panwas, tidak ada yang keberatan,” kata Alimudin,kemarin.

La Bakry yang hadir dalam pleno itu, meski meraih kemenangan namun ia merasa sedih. Pasalnya, pelaksanaan pleno dan kemenangan yang diperoleh tanpa dihadiri oleh pasangannya Umar Samiun. Mewakili Umar ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh Pihak yang sudah melaksanakan Pilkada di Buton dengan damai. “Terima kasih kepada masyarakat Buton yang masih percaya kepada Umar-Bakry,” katanya.

Sementara itu, di Kolaka Utara, pelaksanaan pleno berlangsung cukup tegang. Meski tuntas digelar jelang senja kemarin, dalam prosesnya diwarnai dengan penolakan hasil oleh saksi pasangan calon lain. Meski demikian, hasilnya tetap sama seperti yang ada di form C1 yang sudah discan via web KPU. Pemenangnya adalah pasangan nomor urut 1, Nur Rahman-Abbas.

Pasangan ini meraih 35.303 suara disusul pesaing terdekatnya, Bobby Alimuddin Page–H. Maksum Ramli yang meraih 27.602 dan Anton–Haedirman Sarira 11.998 dengan total secara keseluruhan 74.903 suara. Proses penetapan ini hanya dihadiri saksi dari paslon Nur Rahman Umar karena saksi dari kubu Bobby memilih meninggalkan ruangan karena menolak hasil rekapitulasi sedangkan dari pihak Anton absen.

Ketua KPU Kolut, Asriadi Budiwan menjelaskan, berdasarkan perhitungan jumlah pengguna surat suara yang diterima termasuk cadangan 2,5 persen sebesar 95.530, dikembalikan oleh pemilih karena rusak atau keliru mencoblos 31, yang tidak terpakai 20.144 serta yang digunakan dari 15 kecamatan sebanyak 75.355. Adapun suara sah tercatat 74.903, tidak sah 452 dengan total 75.355 suara. “Saya minta maaf karena rekapitulasi waktunya diulur karena ada kendala dan Alhamdulillah sekarang telah usai sehari dengan lancar,” ucap Asriadi bersyukur.

Sebagaimana dia kemukakan meskipun tanpa kehadiran dari para saksi yang bersangkutan tidak menghalangi KPU untuk melangsungkan prosesi tersebut karena sudah menjadi jadwal tahapan yang telah ditetapkan sebelumnya. Rapat pleno terbuka itu tentunya telah dihadirkan para PPK se-Kolut guna melakukan perekapan suara dari ketiga calon tersebut.

Di Muna Barat, pleno rekapitulasi penetapan hasil perhitungan suara yang digelar kemarin, Rabu (22/2) berjalan aman dan lancar. Hasilnya, seperti sudah diketahui bahwa pasangan LM Rajiun Tumada-Ahmad Lamani ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak. Pasangan dengan akronim Rahmat-nya Mubar ini meraih 26.121 suara atau 59,44 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 1, Ihsan Ridwan-La Nika terpaut 9 ribuan suara yakni hanya 17.823 suara atau 40,56 persen.

Ketua KPU Muna Barat, Al Munardin mengatakan bahwa pleno kemarin hanyalah pemindahan dari tingkat kecamatan ke tingkat kabupaten. Dimana kotak surat suara sebanyak 11 kotak, itu sudah ada dan tinggal dibuka secara bersama untuk rekapitulasi. “Kita hanya merekap dan tidak ada perubahan yang subtansi,” kata pria yang akrab disapa La Power ini.(p11/p16/yaf/rus/ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top