Peluang Triliunan Rupiah Untuk Kesejahteran Perkebun – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Peluang Triliunan Rupiah Untuk Kesejahteran Perkebun

foto:Suwarjono/kp Wapres Jusuf Kalla memperhatikan kakao klon Sulawesi 1 dan 2 yang dikembangkan Sub Stasion Penelitian Kakao Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra. Tampak Kadis Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Ir Bambang MSc menjelaskan detail kakao dimaksud.

Dirjen Perkebunan, Ir Bambang MSc menjelaskan detail kakao kepada Wapres Jusuf Kalla di Kendari, Sultra.

kendaripos.fajar.co.id,MAKASSAR-–Potensi trilliunan rupiah dapat diraih oleh setiap daerah untuk meningkatkan kesejahteraaan petani pekebun, bila kita mampu meningkatkan produktivitas dan merehabilitasi kebun kebun petani yang ada saat ini” demikian disampaikan oleh

Direktur Jenderal Perkebunan, Ir Bambang MM mengatakan potensi trilliunan rupiah bisa diraih oleh setiap daerah untuk meningkatkan kesejahteraaan petani pekebun, bila produktivitas petani meningkat.

Hal itu dia sampaikan usai membuka pertemuan kordinasi dan konsultasi pembangunan perkebunan di Makassar, Kamis (16/2).

Bambang juga mengemukakan pentingnya membangun kesadaran dari semua pelaku pembangunan perkebunan di pusat dan daerah. “Saat ini kondisi perkebunan berada pada titik nadir yang menghawatirkan. Selain produktivitasnya yang mengalami penurunan juga tengah mengalami tekanan yang luar biasa dari pihak pihak yang tidak ingin perkebunan maju,” ujar Bambang.

Oleh sebab itu di depan gubernur dan para bupati di Sulawesi Selatan, Bambang mengingatkan tentang pentingnya untuk segera memperbaiki kondisi tersebut.

“Perbaikan kondisi perkebunan harus segera dilaksanakan, dan dengan kondisi keterbatasan anggaran pemerintah, maka diperlukan kreativitas untuk mencarikan sumber-sumber pembiayan lain yang bisa dipergunakan oleh para pekebun. Hal yang bisa dilakukan misalnya adalah mulai memadukan pembangunan perkebunan dengan kegiatan agrowisata di masing-masing daerahnya atau pun membangun industri-industri kecil pengolahan hasil perkebunan di sentra perkebunan secara terpadu, misal dengan mendorong terbentuknya desa kakao di Sulawesi Selatan sebagai sentra penghasil kakao nasional,” katanya.

Kepada para pelaku industri perbankan dirjen perkebunan agar meangalokasikan skim pembiayaan bagi UMKM atau KUR bagi para para pekebun. Untuk memperlancar distribusi dan tata niaga kiranya pembangunan dan perbaikan jalan desa dapat sejalan dengan keperluan jalan usaha tani di sentra sentra produksi. Dan masih banyak kreativitas lainnya yang dapat didorong untuk memperbaiki dan mempercepat pemuliha kondisi perkebunan rakyat yang ada.

“Selain melalui hal tersebut di atas, sekarang ada peluang yang dapat di tangkap oleh para pekebun sejalan dengan ulaya pemerintah untuk mampu berswasembada jagung bagi kebutuhan industri pakan ternak nasional,” ujarnya.

Menurut Bambang sekarang pemerintah sedang berupaya untuk meningkatkan luas panen jagung sebanyak 3 juta hektar di luar lahan eksisting yang biasa dilakukannya. Penambahan luas areal pertanaman jagung tersebut satu juta hektar ditargetkan dapat ditanam di lahan lahan perkebunan baik yang sedang direhabilitasi maupun pada lahan lahan pengembangan baru perkebunan.

“Saya melihat ini sebagai peluang emas yang tidak boleh dilewatkan oleh para bupati dan petaninya dalam rangka meningkatkan pendapatan petani pekebunnya dan sekaligus meningkatkan kesuburan lahan perkebunannya. Di bawah tanaman kelapa yang ada dan selama ini tidak dimanfaatkan dapat ditanami jagung, di lahan kakau yang sedang diremajakan bisa juga dapat ditanami jagung,” ujar Bambang.

Selain kepada para petani, Dirjen Perkebunan juga mengimbau agar program pemerintah ini dapat direspon positif oleh perusahaan perkebunan besar swasta maupun negara yang ada di provinsi sulawesi selata. Tentu saja untuk program ini diharapkan para perusahaan perkebunan dapat melakukannya secara swadaya, tidak perlu harus menunggu bantuan pemerintah, bisa petani kecil saja yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

Ketika ditanya soal jaminan harga terhadap produksi yang dihasilkannya, Bambang menjelaskan bahwa pada beberapa waktu yang lalu Menteri Pertanian telah mengumpulkan para kepala dinas pertanian dan gabungan industri pakan ternak (GPMT) dan Bulog di Jakarta.

“Saya melihat di Sulawesi Selatan ini ada industri pakan ternak yang sangat besar, oleh karenanya maka peluangnya menjadi sangat menguntungkan,” tandas Bambang. (adv/jpnn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top