Hujan Intensitas Tinggi Guyur Kendari, BPBD Siaga – Kendari Pos Online
Metro Kendari

Hujan Intensitas Tinggi Guyur Kendari, BPBD Siaga

KENDARIPOS.CO.ID KENDARI- Warga diminta untuk siaga. Curah hujan yang meningkat di bulan Februari ini berpotensi mengulang musibah banjir yang terjadi tahun 2013 lalu. Apalagi hasil pemetaan bencana tahun 2016 lalu, sebagian besar willayah Sultra dikategorikan rawan banjir dan tanah longsor. Sebagai langkah antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra telah membuka posko tanggap bencana. Selama 24 jam penuh, satuan Unit Reaksi Cepat (URC) siap diturunkan membantu dan mengevakuasi korban bencana.

proses_evakuasi_korban_banjir_kendari

“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada. Kondisi hujan saat ini mirip dengan kejadian tahun 2013 lalu. Makanya, kami terus patroli. Apalagi bila curah hujannya tinggi dengan durasi cukup panjang. Seperti beberapa hari lalu di daerah Tipulu dan kawasan Kota Lama. Hujan yang mengguyur sempat menyebabkan permukaan air naik hingga setinggi mata kaki. Untungnya, hujannya cepat berhenti,” kata Yauri Bungin, Sekretaris BPBD Sultra saat ditemui Kamis (16/2).

Tidak hanya dengan BPBD Kendari kata mantan Kasubag Protokol, penanganan tanggap bencana ini juga dilakukan dengan Pemda lainnya. Untuk memastikan hal itu, pihaknya telah mewanti-wanti BPBD se-Sultra untuk tetap siaga. Terutama daerah langganan banjir dan tanah longsor seperti Kolaka, Kolaka Utara, Konawe Utara, Bombana, Konawe Selatan dan Konawe. Untuk daerah kepulauan, Baubau dan Pasar Wajo termasuk rawan bencana.

“Kendati demikian, bukan berarti daerah lain aman. Cuaca hujan yang tak menentu, kemungkinan terjadi banjir dan tanah longsor tetap terbuka terutama di wilayah daratan. Khusus wilayah kepulauan, lebih bencana di laut atau dipantai. Pada musim baratan, gelombang di perairan dan pesisir cukup tinggi. Selain itu, pemerintah juga telah memetakan wilayah rawan bencana diakibatkan cuaca seperti puting beliung,” kata Yauri.

Mengoptimalkan penanganan lanjutnya, BPBD Sultra turut menggandeng instansi lainnya seperti Basarnas hingga TNI-Polri. Dengan melibatkan berbagai instansi, upaya penanganan tanggap bencana ini benar-benar efektif dalam menghindari jatuhnya korban jiwa. Apalagi sejumlah lokasi langganan musibah, sulit dijangkau. Makanya, harus diperlukan kerjasama termasuk alat berat lainnya.

Berdasarkan catatan BPBD, bencana yang diakibatkan cuaca buruk selama tahun ini menunjukan peningkatan. Hanya saja, musibah banjir dan tanah longsor masih berskala kecil. Namun demikian, pihaknya tetap siaga. Mulai bulan Februari sampai Maret, diprediksi curah hujan masih cukup tinggi. Upaya penanganan musibah ini terasa lebih siap. Mulai tahun ini, URC tanggap darurat di seluruh kabupaten/kota di Sultra telah terbentuk. (b/mal)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top