Simak Nih…Hasil Pilkada Serentak di 7 Daerah di Sultra – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Simak Nih…Hasil Pilkada Serentak di 7 Daerah di Sultra

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Jika di Kota Kendari pasangan ADP-Sul unggul dalam perolehan suara di Pilkada serentak kemarin (15/2), demikian pula di enam daerah lain di Sultra juga sudah mulai ketahuan hasilnya. Meski belum secara resmi diumumkan KPU, tapi siapa yang nanti akan menjadi kepala daerah di Muna Barat, Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Bombana dan Kolaka Utara sudah tergambar. Beberapa lembaga yang merilis hitung cepat jadi rujukannnya.

inggomiu pilkada selamat

Di Muna Barat misalnya, pasangan nomor urut 2, LM Rajiun Tumada-Ahmad Lamani tampil sebagai pengumpul suara terbanyak dari pesaingnya pasangan LM Ihsan Ridwan-La Nika. Merujuk hasil Quick Count Barometer Swara Indonesia (BSI), Rajiun meraup suara sebesar 57,79, sedangkan Ihsan Taufik mendapatkan suara 41,21 persen.

Direktur BSI, Baso Affandi menjelaskan medote yang dilakukan dalam survey, dengan menggunakan teknik sampling. 119 TPS yang melakukan pemungutan suara di Mubar, BSI mengambil 70 TPS yang dijadikan sampel. ” Margin of erornya sebesar kurang lebih 1,0 persen. Dengan hasil tersebut saya pastikan Rajiun menjadi Bupati Mubar,” paparnya.

Hasil ini sama dengan hitung internal tim Rahmad-nya Mubar yang juga merilis hasil tak jauh berbeda yakni 63 persen lebih. Saat angka-angka kemenangan ini dibacakan, para simpatisan bersorak. Usai mendengarkan hasil hitung cepat,  Rajiun terlihat keluar mendatangi simpatisannya. Tak sedikit, para pendukungnya menetaskan air mata sembari memeluk bupati definitif itu. “Saya paham, Mubar milik kita semua. Kemenangan kita adalah kemenangan rakyat Mubar, ” ucap paslon nomor urut 2, LM Rajiun dengan nada haru didampingi wakilnya Achmad La Mani, di posko pemenangan Rajiun Center, kemarin.

Berdasarkan perolehan di TPS se Mubar, Rajiun meraih suara sekira 22 ribu. Sementara rivalnya berada jauh dibawahnya. “Ini nyata dan tidak bisa diganggu gugat. Sebab,  suara hati rakyat. Ini sudah maksimal, perjuangan Rajiun bersama masyarakat yang ikhlas. Uang bukan segalanya, ” akunya.

Sementara dari Kolaka Utara dilaporkan, Nur Rahman – H. Abbas Unggul di Kolut berdasakan perhitungan dari sejumlah TPS di 15 Kecamatan di wilayah itu. Berdasarkan hitung internal tim nomor 1 itu, menunjukkan bahwa pasangan dengan akronim An Nur itu unggul di 13 Kecamatan dengan melampaui suara dua rivalnya, Bobby dan Anton.

Kalkulasi perolehan data akhir di lapangan paslon 1 mendulang suara 31. 125 atau 47, 61 persen, urut 2 sebanyak 23.003 atau 35,19 persen dan urut 3 sejumlah 11.244 suara atau 17. 20 persen. Nur Rahman disabet oleh Bobby hanya di Kecamatan Ngapa dan dikalah tipis oleh Anton di Kecamatan Wawo dan Rante Angin.
Tidak hanya itu, hasil quick count yang disajikan secara live streaming oleh STV juga menunjukan keunggulan Nur Rahman – H. Abbas dengan perolehan 47 persen, Bobby – Maksum 35 persen dan Anton Haedirman sebesar 20 persen pada menit puncak.

Nur Rahman dalam sambutan singkatnya menyambut kegembiraan Timses, pendukung dan simpatisan mengutarakan pemilihan telah usai namun proses administrasi maupun hukum tidak ada rintangan dan berakhir pada pelatikan. Ia melarang pendukungnya melakukan arak-arakan di jalan agar tidak memancing hal yang tidak diinginkan. “Data yang masuk Alhamdulillah secara persentase Kami posisinya tetap di atas. Inilah balasan kesabaran perjuangan kita,” pungkasnya.

Saling Klaim
Di Bombana, dua kandidat calon kepala daerah di wilayah itu saling klaim kemenangan. Menariknya, keduanya mengaku hanya terpaut tipis dari lawan masing-masing. Pasangan nomor urut 1, Kasrah Munara-Man Arfah (BERKAH) mengklaim menang dengan 51,35 persen, sedangkan Tafdil-Johan (Bertahan) juga mengaku menang dengan selisih 2,4 persen dari lawannya, atau ia meraih suara 51,04 persen, dengan selisih hampir 2000 suara.
Versi Kasrah, kemenangan tersebut disebutnya berdasarkan hasil real qount internal timnya dari PKS. Meski demikian, itu dinilai cukup kecil. Olehnya itu, Kasra memprediksi kemenangan ini akan berlanjut di Mahkamah Konstitusi (MK), dan pihaknya pun sudah siap menghadapi persoalan tersebut.

Meski mengklaim menang, Kasra Munara mengaku jika kemenangannya itu sangat jauh dari yang diharapkan. Hal ini bukannya tanpa sebab. Menurutnya, salah satunya dikarenakan, banyak pendukung nomor urut 1 yang tidak mendapatkan surat panggilan. “Saya melihat dan menemukan langsung saat memantau di beberapa TPS. Banyak pendukung tidak dapat surat panggilan. Saya menduga ada indikasi kesengajaan,” katanya.

Sementara itu, calon nomor urut 2, Tafdil-Johan juga mengklaim unggul di Pilkada 15 Februari, kemarin. Versi mereka, pasangan H.Tafdil-Johan Salim menang sekitar 2.000 suara dari rivalnya.

“Kita menang sekitar 2,4 persen. Ini berdasarkan hasil riil qount yang masuk dari masing-masing saksi di TPS,” kata Haji Tafdil, via ponselnya, tadi malam. Kemenangan tersebut sambung calon Bupati incumbent ini di peroleh dari hampir semua wilayah di Kabupaten Bombana. Menurutnya, hingga sore kemarin, semua hasil perhitungan di TPS sudah masuk dan dilaporkan ke posko utamanya, di Boepinang, Kecamatan Poleang.

Atas kemenangan tersebut, Tafdil meminta kepada seluruh simpatisan, relawan dan pendukungnya untuk tidak melakukan euforia yang berlebihan. Ketua DPD PAN Kabupaten Bombana ini untuk tetap tenang, karena pasca pencoblosan kemarin, masih ada tahapan berikutnya.

Umar Bakry Klaim Menang
Sementara di Buton, pasangan calon tunggal Samsu Umar Abdul Samiun-La Bakry (Umar-Bakry) juga mengklaim menang melawan kotak kosong. Meski demikian, ia kalah di dua kecamatan. Dua kecamatan itu yakni Kecamatan Pasarwajo dan Kecamatan Wolowa. Di Pasarwajo, Umar Bakry hanya meraup 9.315 suara, sedangkan Kotak Kosong 10.150 suara. Sementara di Kecamatan Wolowa Umar Bakry mendapat 1.274 suara, sedangkan Kotak Kosong 1.405 suara.

Namun, Umar-Bakry mengklaim menang di 5 kecamatan lainnya yakni, Wabula Umar-Bakry 1.936 dan Kota Kosong 1.145 suara. Kapontori, Umar Bakry 4.572 suara, sedangkan Kotak Kosong 2.283 suara. Lasalimu Umar-Bakry 3.466 suara dan Kota Kosong 2.399 suara. Lasalimu Selatan, Umar Bakry 3.999 suara, Kota Kosong 2.440 suara. Siotapina Umar Bakry 3.400 suara, Kotak Kosong 3.005 suara.

Ada 11 kecamatan di Buton. Masih tersisa 4 kecamatan belum terhitung. Perolehan suara sementara dari tujuh kecamatan, Paslon Oemar Bakry meraih 27.109 suara, sementara kotak kosong 21.897 suara. Selisih kemenangan Umar-Bakry sementara mencapai 5.212 suara. Data yang belum masuk masih yakni dari desa/kelurahan lagi yakni Awaninulu, Kombel, Laburunci, Mentowe, dan Desa Wining. Tim Umar-Bakry menyadari di lima desa/kelurahan ini akan kalah.

Menanggapi perolehan suara sementara, calon Wakil Bupati Buton, La Bakry mengaku merasa terharu bisa memenangkan Pilkada Buton. Namun di lain sisi dirinya juga merasa sedih kerena Calon Bupati Buton sedang menjalankan proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Perasaan haru campur sedih yang saya rasakan, kerena kemenangan ini saya tidak bersama-sama dengan Pak Umar sebagai calon bupati karena masih ada proses hukum yang harus dia jalani,” ungkap La Bakry.

Ia juga mengatakan, dirinya berterima kasih kepada masyarakat Kabupaten Buton yang kembali memberikan kepercayaan kepada Umar-Bakrie untuk memimpin pemerintahan Kebupaten Buton lima tahun ke depan. “Atas nama Pak Umar saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Buton yang telah mendukung kami untuk melanjutkan kepemimpinan di Kabupaten Buton,” katanya.(kmr/nur/ahi/yaf/p3)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top