Ledakan di Rumah Walikota Bukan Bom, Kapolda: Tidak Ditemukan Komponen BOM – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Ledakan di Rumah Walikota Bukan Bom, Kapolda: Tidak Ditemukan Komponen BOM

Petugas kepolisian menjaga di kediaman Walikota Kendari pasca ledakan bom, Kamis (9/2). Foto: LM Syuhada

Petugas kepolisian menjaga di kediaman Walikota Kendari pasca ledakan bom, Kamis (9/2). Foto: LM Syuhada

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI-Ledakan di kediaman Wali Kota Kendari terjadi sekitar pukul 7.45 Wita. Warga di sekitar lokasi mengira sumber suara berasal dari letupan tabung gas. Namun setelah di dekati, banyak serpihan kaca bertaburan di bawah pos jaga. Beberapa orang langsung menerobos masuk melalui pintu samping yang sudah dibuka oleh Satpol PP yang sedang jaga. Tiga titik api menyala dan langsung dipadamkan beberapa orang.

“Saya masih duduk-duduk, tiba-tiba kedengaran bunyi keras sekali, saya lari keluar, saya lihat banyak pecahan kaca dan langsung masuk rumah, saya lihat kain gorden menyala, pintu kulkas juga, untung ada air galon, saya siram pakai itu (air galon),” urai Yusman Ketua RT 16 RW 06 Kelurahan Korumba, yang cukup sigap menuju lokasi saat ledakan ia dengar.

Dikatakannya, pacahan kaca membias hingga 20 sampai 30 meter. Untung saja, tidak ada orang yang melintas. Hanya saja, warga tak melihat gerak gerik orang mencurigakan yang bisa dicurigai sebagai pelaku. Setelah terjadi ledakan pun, tak ada orang yang berlari menghindar. “Kalau pelaku, saya sudah tanya juga teman-teman yang lain tidak ada yang lihat,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kediaman Pribadi Walikota Kendari Diguncang Bom

Sementara itu, Kapolda Sultra Brigjen Pol Andap Budhi Revianto yang meninjau langsung Tempat Kejadian Perkara (TKP) membenarkan adanya ledakan itu. Diungkapkannya kronologis kejadian itu bermula dari suara ledakan yang bersumber dari dalam rumah. “Tadi itu sekitar pukul 07.45 ada petugas honorer dinas kebersihan, sementara menyiram tanaman, mendengar ada ledakan dari dalam rumah, di sana ada Satpol PP dan saudara ADP bersama istri juga,” papar Andap

Kapolda Sultra meninjau tempat kejadian perkara di rumah Walikota Asrun, Kamis (9/2).

Kapolda Sultra, Brigjen Pol. Andap Budi Revianto setelah meninjau tempat kejadian perkara di rumah Walikota Asrun, Kamis (9/2).

Aparat lanjut dia sudah melakukan olah TKP. Saat ini rumah kediaman Ketua DPD PAN Kendari itu dalam keadaan aman dan sudah dilakukan sterilisasi. “Titik ledakan di dapur, dampaknya banyak barang-barang yang rusak, belum tahu jenis bomnya apa, yang jelas bukan dari tabung gas karena tabung gas masih utuh,” jelasnya. Soal motif, Andab belum mau menduga-duga apalagi mengaitkannya dengan situasi pilkada.

BACA JUGA :  Serahkan Penanganan Ledakan ke Polisi, Walikota: Saya Tidak Takut Teror-teror Seperti Itu

“Masih diperiksa, tapi jangan terlalu jauh mikirnya sampai di Pilkada ya, kita sudah ambil keterangan dari tiga saksi, harap bersabar untuk menunggu pengembangan penyelidikan,” tandasnya. Tiga orang saksi itu adalah Adriatma Dwi Putra bersama istri karena berada di rumah saat kejadian berlangsung, termasuk pegawai yang berada di lokasi saat kejadian.

Saat ini, kata Kapolda lokasi kejadian disterilisasi oleh Jihandak Brimob, dan untuk sementara ditutup dari kegiatan apapun. Nantinya, serpihan ledakan akan dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik di Makassar untuk diperiksa, itu jenis apa.
Hingga sore kemarin, polisi memang belum dapat memastikan ledakan apa yang terjadi di rumah pribadi Wali Kota Kendari, itu. Tim forensik diterjunkan untuk mengetahui pasti sumber ledakan tersebut. “Kepastiannya belum ya. Tadi dari tim jibom (penjinak bom) yang melakukan sterilisasi, mereka tidak menemukan komponen bom,” kata Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto, kemarin.

BACA JUGA :  Kapolda : Benar itu Bom, Titik Ledakan di Dapur

Karena tidak menemukan adanya komponen bom, tim penjinak bom membuat kesimpulan sementara bahwa ledakan itu bukan dari rangkaian bom. Namun penyebab ledakan akan diketahui dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kita menunggu tim forensik dari Makassar. Mereka yang akan melakukan olah TKP,” ujarnya.

Kamis (9/2), sekitar pukul 17.30 Wita, pihak Puslabfor Makassar sudah tiba di Kendari, dengan tiga orang tim. Begitu tiba, mereka langsung masuk ke kediaman Asrun guna melakukan penyelidikan, sekitar dua jam lebih. Dalam pantauan Kendari Pos, tim Labfor yang dibackup oleh pihak kepolisian dari Polres dan Polda Sultra, terlihat membawa sampel- serpihan yang dikemas dalam tas  usai melakukan penyelidikan. Ada tiga tas yang terlihat dibawa tim Labfor.

Wakil Puslabfor Mabes Polri, Cabang Makassar yang ditemui usai melakukan olah TKP, AKBP Kartono mengatakan belum ada kesimpulan dari hasil pemeriksaan hari ini. Soal, pasti tidaknya ledakan yang meledak di rumah Asrun belum dapat dipastikan. Yang jelasnya kata dia, proses ini belum selesai. Semuanya masih akan dilanjutkan hingga hari ini. “Belum ada hasilnya yah, karena masih akan dilanjutkan,” kata Akrtono menghidari awak media.(ely/yog/kmr/kendaripos)

 

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top