Hmm … Anggota DPRD Kok ‘Main’ Kayu Ilegal. Nih Akibatnya – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Hukum & Kriminal

Hmm … Anggota DPRD Kok ‘Main’ Kayu Ilegal. Nih Akibatnya

KENDARIPOS.CO.ID BURANGA- Herman Yanto alias Bobby, tersangka kepemilikan kayu ilegal kini bersiap menjalani proses hukum selanjutnya. Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Utara (Butur) itu sudah diserahkan penyidik Subdit IV Tipiter Polda Sultra ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna, Kamis (9/2) bersama barang bukti. Pelimpahan tersangka dan barang bukti tersebut sekaligus menandai tuntasnya kerja kepolisian yang harus membutuhkan waktu lama menyelesaikan perkara tersebut.

Foto Boby (1)    IMG20170209142524

Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimum Polda Sultra, AKBP Hartono yang dikonfirmasi membenarkan proses tahap dua atau pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, tersangka yang disurati untuk menghadiri proses pelimpahan tahap dua itu langsung memenuhi permintaan penyidik. “Barang bukti sudah kami limpahkan dan dalam proses pemindahan dari lokasi penemuan ke gudang penyitaan JPU. Untuk tersangka telah dilakukan penahanan oleh pihak Kejari,” paparnya.

Kasubdit juga menjelaskan, meskipun telah melimpahkan kasus tersebut, pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap Laode Hakim, saksi kunci yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Hakim yang adalah ipar Bobby menghilang, saat akan diperiksa sebagai saksi. “Sesuai pengakuan dalam BAP tersangka, kayu-kayu yang kami sita tanpa dokumen itu, milik Laode Hakim,” paparnya.

Sementara itu Kajari Muna, Badrut Tamam, SH yang ditemui membenarkan bila Herman Yanto yang merupakan Anggota Komisi III di DPRD Butur itu telah ditahan. Penyerahan dilakukan sejak pukul 11.15 Wita dan langsung diarahkan menuju ruangan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum), Yosephus Ary Sepdiandoko, SH. Sebelum penahanan, politisi Partai Hanura itu terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dr. Tutut Purwanto. Sekitar pukul 14.25 Wita, ia langsung dibawa menuju Rutan Kelas II B Raha.

“Penahanan tersangka berdasarkan pelimpahan dari penyidik Polda Sultra sesuai SPDP nomor B/51/11/2015 tanggal 30 November 2015 atas kepemilikan kayu tanpa dokumen sah. Alasan penahanan berdasarkan pendapat Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena telah memenuhi syarat obyektif dan subyektif serta untuk mempercepat proses persidangan,” jelas Badrut Tamam, kemarin.

Ia juga mengatakan, kasus tersebut pada tahap pra penuntutan I ditangani pihak Kejati Sultra. Sehingga, pihaknya, menerima pelimpahan untuk melanjutkan ke tahap penuntutan di pengadilan. “Saya sudah perintahan JPU yang menangani untuk segera melimpahkan berkasnya ke PN Raha,” tegasnya.
Kajari mengungkapkan, tersangka dijerat pasal 83 ayat 1 huruf b jo 12 huruf e UU RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara minimal satu tahun dan denda Rp 500 juta. Diketahui, petugas Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra melakukan penangkapan KLM Cahaya Satriani GT 138 yang memuat 300 meter kubik atau 2.700 batang kayu di Pesisir Pantai Pasir Putih, Desa Damai Laborona, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Butur pada 25 November 2015 lalu. (b/kmr/ery)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top