Waduh, KM Manusela 02 Berhasil Dievakuasi, tapi 5 Tim Pencari Bantuan Belum Ditemukan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Sulawesi Tenggara

Waduh, KM Manusela 02 Berhasil Dievakuasi, tapi 5 Tim Pencari Bantuan Belum Ditemukan

Tim SAR Kendari saat hendak mengevakuasi salah satu kapal yang mengalami mati mesin. HUMAS SAR FOR KENDARI POS

ilustrasi. Tim Basarnas saat melakukan pertolongan kapal

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI-KM Manusela 02 yang memuat 11 nelayan asal Binongko, Wakatobi berhasil dievakuasi ke Maluku Tengah. Dalam proses evakuasi kapal dan penumpangnya, ternyata ada sesuatu yang janggal. Hanya ada enam orang nelayan yang bertahan di KM Manusela 02. Lalu kemana 5 ABK lainnya?

Informasi yang dihimpun, ternyata, saat KM Manusela 02 terseret arus hingga ke Nusa Laut, Maluku Tengah, lima ABK memutuskan membuat rakit untuk mencari bantuan. Mereka sukses menemukan lokasi yang bisa tersambung jaringan telepon selular. La Gani bersama empat rekannya berhasil mengabarkan keberadaan mereka.

Kabar keberadaan mereka cepat sampai ke Polair Ambon dan bantuan pun langsung diberikan. Saat tim evakuasi berhasil menemukan KM Manusela 02, para nelayan pun dibawa ke Maluku Tengah. Ternyata, jumlah yang tersisa di kapal hanya enam orang. Lima orang lain yang berusaha mencari bantuan malah belum ditemukan, termasuk La Gani, ABK yang memberi informasi terkait keberadaan mereka. Lima ABK itu diduga masih terombang ambing di atas rakitnya karena cuaca tidak bersahabat. Pencarian masih terus berlanjut terhadap lima orang ini.

Hingga pukul 16.00 Wita, kemarin, SAR Maluku Tengah dan Polair belum menemukan keberadaan lima ABK tersebut. Informasi terkait belum ditemukannya 5 ABK pencari bantuan itu telah sampai ke keluarga korban di Binongko melalui pemilik kapal, yang kini berada di Masohi, Maluku, H. Haenudin. “Saya kaget dan tidak percaya. Pasalnya, kelima korban yang memberikan informasi seluruh ABK kapal KM Manusela 02 selamat justru belum ditemukan. Mereka menggunakan rakit untuk mencari signal di dekat pulau Nusa Laut justru belum juga kembali ke kapal,” ungkap Buruddin, paman La Gani mengutip informasi yang disampaikan Haenuddin.

“Kami dapat infonya pukul 09.00 Wita soal ini. Keluarga sangat terkejut karena setahu kami semuanya sudah selamat. Apalagi sudah ada tim yang melakukan evakuasi tadi malam,” imbuh Buruddin, Senin (6/2).

Buruddin menjelaskan pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pemilik kapal. Apalagi keenam ABK yang sudah dievakuasi kini telah berada di Masohi dengan keadaan selamat. “Kalau nelayan di atas kapal sudah ada di Masohi. Tapi sekarang tim yang dibantu kapal nelayan dari Masohi masih melakukan pencarian di sekitar kapal dan di perairan Nusa Laut,” tandasnya.

Sementara itu, isteri La Gani, Eliana (39) bersama keluarga besarnya hanya bisa berdoa dan berharap suami dan keempat ABK lainnya ditemukan selamat. “Kami meminta semua mendoakan agar suami saya dan teman-temannya ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Koordinator SAR Wakatobi, Reppind menjelaskan pihaknya belum bisa melakukan proses evakuasi korban dari Maluku ke Wakatobi. Apalagi tanggal 4 Februari lalu, pihak Basarnas menyatakan untuk menghentikan pencarian sebelas nelayan tersebut. Tak hanya itu, para nelayan yang terdampar di Nusa Laut, Maluku Tengah masih merupakan kewenangan SAR Maluku. “Kita hanya bisa berkoordinasi saja untuk saat ini,” tukas Reppind. (thy)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top