Pertumbuhan Ekonomi Sultra Tahun 2016 Hanya 6,5 % – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Ekonomi & Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Sultra Tahun 2016 Hanya 6,5 %

Kepala BPS

Kepala BPS Sultra, Atqo Mardiyanto

kendaripos.fajar.co.id,KENDARIBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat, laju pertumbuhan ekonomi Sultra melambat pada tahun 2016. Hal itu terjadi karena hanya mampu mencapai angka 6,51 persen, jauh lebih kecil jika dibanding pertumbuhan ekonomi tahun 2015 yang levelnya mencapai 6,88 persen.

Jika dikaji dari sisi produksi, lapangan usaha jasa keuangan jadi penopang paling dominan tahun lalu dengan besaran 15,11 persen. Namun dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang nilainya mencapai 7,62 persen.

Dalam data strategis Sultra yang juga dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sultra, Minot Purwahono, beserta jajaran pemangku jabatan strategis BPS Bumi Anoa, Atqo Mardiyanto (Kepala BPS Sultra) menjelaskan, jika ditarik garis antara triwulan 4 tahun 2016 dengan triwulan 4 tahun 2015 (year on year), pertumbuhan ekonomi Sultra justru mengalami peningkatan hingga 0,15 poin. Pasalnya, dari angka 7,50 persen pada tahun 2015 naik menjadi 7,65 persen di triwulan 4 tahun 2016.

“Sebenarnya, struktur perekonomian Sultra menurut lapangan usaha tahun 2016 didominasi oleh 3 sektor yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 24,30 persen. Lalu pertambangan dan penggalian sebesar 19,35 persen dan konstruksi 14,02 persen,” ujarnya saat rilis Berita Resmi Statistik.

Selain itu, dari sisi produksi, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan memberi kontribusi paling dominan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sultra sebesar 24,30 persen. Dari sisi pengeluaran, struktur PDRB didominasi oleh kompnen konsumsi rumah tangga sebesar 49,58 persen.

“Ini tentu memberikan dampak yang sangat besar, karena perekonomian Sultra diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp 96.982,96 miliar dan berdasarkan harga konstan sejak tahun 2010 yang mencapai Rp 77.739,54 miliar. Sedangkan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2016 mencapai Rp 38,02 juta,” tutupnya. (febri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top