Empat Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur – Kendari Pos Online
Kesehatan

Empat Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur

Ilustrasi (Pixabay.com)

Ilustrasi (Pixabay.com)

KENDARIPOS.CO.IDBayi lahir prematur bisa dicegah. Ibu hamil (bumil) wajib rajin memeriksa kandungan secara berkala. Namun jika bumil mengalami kontraksi, hati-hati, bisa jadi itu adalah gejala bayi lahir prematur. Bayi yang disebut lahir prematur usia kandungannya sebelum 37 minggu.

“Bayi lahir prematur, biasanya dimulai dengan kontraksi mulas dulu. Karena untuk mengeluarkan janin kan perlu dorongan dari dalam,” kata Pakar Kesehatan Universitas Indonesia (UI) Yeni Rustina, Senin (6/1).

Pengajar Departemen Keperawatan Maternitas Fakultas Ilmu Keperawatan UI itu meminta bumil lebih jeli memperhatikan gejala kontraksi tersebut. Ada perbedaan antara kontraksi teratur atau hanya sewaktu-waktu. Jika kontraksi terjadi secara teratur di usia kehamilan kurang dari 37 minggu, hal itu harus diwaspadai.

“Mulasnya teratur atau tak teratur. Ada yang mulas tapi hanya sewaktu-waktu saja atau kontraksi palsu, itu bukan menandakan akan lahir. Tetapi jika 5 menit sekali secara teratur maka harus diwaspadai ada kemungkinan mau melahirkan,” ungkap Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FIK UI ini.

Sedikitnya ada empat cara dan upaya untuk mencegah bayi lahir prematur jika kontraksi sudah terjadi. Salah satunya, bumil wajib menghindari aktivitas yang terlalu berat.

1. Perhatikan Kontraksi
Pada ibu hamil yang mengalami kontraksi sebelum waktunya, maka sang ibu harus diistirahatkan. Biasanya dokter memberikan obat mengurangi dan menghilangkan kontraksi dengan harapan kontraksi akan hilang supaya kehamilan bisa berlanjut.

2. Berbaring Total (Bed Rest)
Pencegahan selalu ditekankan untuk menghindari ancaman bayi lahir prematur. Misalnya ibu hamil mengalami perdarahan atau trauma akibat jatuh, maka ibu hamil harus melakukan tirah baring istirahat total (bed rest) supaya tak lagi terjadi perdarahan. Dokter ikut mengevaluasi agar bayi dapat dipertahankan.

3. Waspadai Ketuban Pecah
Pecah ketuban pada ibu hamil bisa saja tidak terdeteksi atau tak terlihat. Pecah ketuban bisa terjadi hanya bersifat rembesan. Jika hal itu terjadi maka bumil harus istirahat total sambil dievaluasi kemajuan kehamilannya.

4. Asupan Nutrisi Tinggi
Setelah beristirahat total, bumil juga harus menjaga asupan nutrisi dengan baik. Jika gizi ibu cukup, maka kondisi pertumbuhan janin akan menjadi baik. (cr1/JPG)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top